Ketika 'Hati' (tak) Mendua
Tantangan Hari ke-2251
#TantanganGurusiana-7
***
Hiruk pikuk dan riuh rendah suara terdengar
Irama sumbang tanpa gelaran panggung
Meneriakkan kebencian dengan samar
Seolah hanya dirinya yang layak melambung
*
Gelisah tak terbendung saat narasi tersembunyi terkuak
Seperti mata-mata yang identitasnya terpantau
Begitu juga diri yang penuh intrik yang membuat muak
Takkan pernah bertahan dalam irama yang parau
*
Ketika hati tak lagi bisa mendua dengan narasi yang berbeda
Tanpa sadar kau tampakkan buruk muka
Seolah menjadi diri yang dikorbankan oleh semua
Sejatinya diri sendiri yang tak puas dengan sikap tercela
***
~~ Mendalo Mas, 150326 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
