Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ketika 'Sepi' Tetap Hadir
Ilustrasi gambar: ChatGPT

Ketika 'Sepi' Tetap Hadir

Tantangan Hari ke-2250

#TantanganGurusiana-7

***

Terhitung Kamis, 12 Maret, Siswa sudah mendapatkan izin bermalam (IB) sekaligus libur menyambut Idul Fitri 1447 H. Kampus sekolah berasrama ini, secara otomatis menjadi lengang dan lebih mirip seperti kota mati. Hari-hari biasa, selalu ramai dengan aktivitas siswa maupun gurunya, kini lengang tanpa suara. Kondisi seperti ini, selalu terjadi dan berulang setiap tahunnya.

Biasanya bukan hanya saat libur menyambut lebaran saja, liburan semester dan kenaikan kelas juga merasakan hal yang sama. Hanya saja bedanya, kondisi saat menjelang lebaran memang terasa lebih menyentuh. Karena hari-hari baik dan sangat istimewa ini, masih ada rekan kerja yang tetap berada di kampus. Mereka hanya izin saat hari pertama lebaran, guna menunaikan shalat ied. Lanjut berlebaran sejenak dengan sanak famili, lalu sorenya sudah kembali ke tempat kerja. Karena keamaan kampus menjadi tanggung jawab mereka.

Lalu sebelum ada keputusan resmi dari sekolah, bahwa semua unit kerja (selain petugas keamanan) akan mendapatoan surat perintah tugas Work From Home (WFH), maka setiap hari setelah siswa IB, semua guru dan karyawan (PNS dan PPPK) wajib setor wajah online. Bisa dibayangkan hari-hari yang dirasakan oleh guru sekarang. Berbeda dengan pada masa lalu. Saat siswa libur, maka gurunya secara otomatis juga ikut libur, baik libur masuk sekolah dan secara otomatis juga libur mengajar

Entah atas dasar apa, tiba-tiba muncul model baru dan alasan baru. Bahwa saat siswa libur, maka guru hanya libur mengajar dan bukan libur masuk sekolah. Lalu muncul narasi yang lebih seru lagi. Bahwa guru tetap masuk secara bergiliran alias sistim piket. Untuk menjaga dan memastikan bahwa inventaris sekolah tetap aman selama siswa libur. Kurang lucu apa lagi alasan tersebut. Apakah memang iya, saat siswa libur lalu gurunya ikut berlibur, lalu inventaris sekolah juga ikut menghilang dari sekolah.

Berbagai narasi bermunculan di sosial media. Belum lagi ancaman sanksi bagi PNS dan PPPK jika tidak masuk menunaikan tugas setor wajah alias absen online. Ada yang ancamannya berupa potongan insentif tambahan seperti TPP (sejenis tunjangan apalah namanya, yang besarnya tidak seberapa dibandingkan para pejabat), atau penundaan pembayaran gaji bagi PPPK. Lengkap sudah rasanya lelah dan capek guru di era "tak menentu" ini.

Saat menunaikan tugas, harus menjaga diri secara ekstra. Jangan sampai salah memberikan sanksi atas kelakuan siswa yang entah seperti apa. Karena harus siap menghadapi perlawanan dari orang tua, belum lagi bayangan jeruji besi sudah didepan mata. Agak laen memang.

***

~~ Mendalo Mas, 140326 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post