Terapi Ala Tiongkok
Tantangan Hari ke-2265
#TantanganGurusiana-7
***
Masih dalam suasana lebaran, saya bersama keluarga berkunjung ke rumah saudara jauh. Karena memang jarak dari rumah lumayan jauh, jika perjalanan lancar tanpa macet di beberapa titik rawan macet, memerlukan waktu lebih kurang 45 - 50 menit. Jadi wajarkan, kalau rumah yang saya kunjungi merupakan saudara jauh.
Saat balik dari kampung halaman, saya sudah merasakan beberapa anggota tubuh yang tidak nyaman. Walaupun saat mudik, hari kedua berada di kampung halaman, setelah menunaikan ibadah shalat Tarawih, Nenek yang rumahnya tepat bersebelahan dengan Villa Mertua Indah, langsung hadir ke rumah. Tujuannya hanya satu, melakukan servis otot dan rasa pegal setelah mengendarai Kuda Jepang selama lebih kurang 10 jam menjadi hilang.
Begitu sudah di Jambi, rasa kurang nyaman itu tetap belum hilang. Akhirnya saya harus menghubungi Mbak Diah, untuk memastikan jadwal kunjungan silaturrahim ke rumah, sekaligus melakukan terapi pengobatan tradisional Tiongkok. Tujuan utama selain kunjungan silaturrahim, juga mengajak Ayah terapi. Karena beliau akan berangkat menunaikan ibadah Haji. Sehingga kondisi tangan beliau yang sering sakit, harus mendapat penanganan yang lebih baik. Walaupun sebenarnya sudah sering dibawa ke tukang urut tradisional, namun belum memperlihatkan tanda-tanda kesembuhan. Tidak ada salahnya kita mencoba ke pengobatan alternatif yang sedang ditekuni oleh Mbak Diah, ujar saya saat masih dikampung halaman.
Sesuai jadwal yang diberikan oleh Mbak Diah, saya bersama rombongan bergerak menuju kawasan Pasir Putih, dekat dengan Bandara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi. Memerlukan waktu hampir 50 menit, saya sampai di depan rumah Mbak Diah. Disambut langsung oleh Emak. Karena Diah sedang menuntaskan terapi ke pasiennya. Banyak hal yang diceritakan oleh Emak, karena memang sudah sangat lama tidak berkunjung ke rumah beliau. Sampai akhirnya satu persatu anak beliau datang.
Sekitar jam 11 siang, barulah Ayah mendapat giliran terapi, sampai semua keluhan yang dirasakan oleh Ayah dituntaskan oleh Diah. Baru setelah memastikan semua keluhan sudah ditangani dengan baik, dilanjutkan dengan giliran saya untuk mendapatkan terapi. Ternyata, saya lebih parah keluhannya dibandingkan Ayah. Hampir 1,5 jam saya diterapi, mulai dari ditotok, diurut pada titik tertentu dan dilanjutkan dengan terapi Akupunktur. Untungnya saya pernah mendapatkan terapi akupunktur pada tahun 2015 di Bandung, oleh rekan guru Fisika yang ahli terapi akupunktur, Ko Ali dari SMAS Sutomo 1 Medan. Begitulah kisah terapi Ala Tiongkok yang saya dapatkan. Seru? Tentu saja.
***
~~ Mendalo Mas, 290326 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
