(Bukan) Nasihat Biasa
Tantangan Hari ke-2293
#TantanganGurusiana-7
***
Rasanya hampir semua orang yang kini sudah mulai sepuh (sebut saja sudah senior) pernah mengenyam pendidikan pada masanya dulu. Jangan ditanya seperti apa gurunya di kelas saat melihat siswa tidur, ribut, apalagi jika tidak mengumpulkan tugas. Terbayang sudah suasana kelas yang "horor."
Mungkin ada diantara kita, yang menganggap cara mendidikan zaman dahulu itu salah. Bahkan tidak sedikit yang mengatakan pendidikan ala kolonial. Terserah kita mau menyebutnya seperti apa. Lalu bandingkan dengan sekarang. Kurang mengerikan apalagi kelakuan siswanya terhadap guru.
Guru bukan lagi sosok yang mereka hormati. Tidak salah sih, karena sangat bisa jadi itu merupakan ekspresi dari hasil didikan dikeluarganya. Jangan pernah berharap pendidikan akhlak mulia, yang dalam bahasa sekarang biasa disebut penanaman nilai karakter, akan bisa dilakukan oleh guru kepada siswanya, manakala didikan dikeluarganya saja sudah keliru.
Ada beberapa kasus, ditengah kemajuan teknologi informasi sekarang, dimana godaan bermain gadget dan games online bahkan judi online bisa dilakukan bersama-sama di rumahnya. Lalu ada orang tua yang masih sangat peduli dengan pendidikan akhlak kepada generasi penerusnya. Bukan tidak boleh menggunakan HP, tapi semuanya diatur sesuai ketentuan.
Soal disiplin, selalu menjadi yang paling utama diajarkan di keluarga. Apalagi soal menghormati guru dan orang yang lebih tua. Lalu saat anaknya dimasukkan ke sebuah sekolah, orang tuanya langsung menemui pihak pejabat/unsur pimpinan di sekolah. Pesannya sederhana, tapi bisa membuat kaget semua orang di sekolah.
"Jika anak saya melanggar peraturan di sekolah ini, tidak perlu repot-repot mengirimkan surat pemanggilan orang tua, anak saya langsung saja dikeluarkan dari sekolah."
Ada lagi yang lebih mengerikan, kata-kata orang tua siswa tersebut justeru membuat merinding sang guru.
"Jika anak saya melanggar peraturan, silahkan bapak hukum, bahkan terserah bapak mau dibuat seperti apa anak saya, yang penting tidak cacat dan sisakan nyawanya untuk saya."
Ternyata orang tua yang demikian, sejak anaknya masih kecil, sudah diajarkan dengan sangat baik didalam keluarganya.
(Bersambung)
***
~~ Mendalo Mas, 260426 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
