Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
(Bukan) Nasihat Biasa - Bagian 4
Ilustrasi gambar: ChatGPT

(Bukan) Nasihat Biasa - Bagian 4

Tantangan Hari ke-2296

#TantanganGurusiana-7

***

Melihat berbagai peristiwa yang kini marak terjadi, mungkin sudah waktunya semua pihak mengambil posisi terdepan mengatasinya. Rendahnya karakter siswa di sekolah, tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada sekolah (dalam hal ini guru) untuk menyelesaikannya. Jika tidak mendapatkan dukungan penuh dari kedua orang tuanya.

Tidak bermaksud ingin menyalahkan salah satu pihak (apalagi cuman salah satu, artinya nilanya masih sembilan). Terkait dengan menanamkan karakter, tugas paling depan bagi kedua orang tua di rumah. Bukankah lembaga pendidikan pertama kali dimulai dari keluarga. Contoh yang baik dan kurang baik, pertama kali dilihat oleh anak ada ditengah-tengah keluarganya.

Melihat merupakan kecakapan indra manusia yang sangat penting dan sangat mudah dipengaruhi. Anak lebih mudah melihat apa yang sedang terjadi, dibandingkan dengan apa yang disampaikan. Sekeras apapun teriakan kedua orang tuanya, manakala yang dilihat langsung oleh anaknya bertolak belakang dengan apa yang disampaikan. Maka dari sinilah, kegagalan sistim pendidikan dalam keluarga mulai terjadi dan membahayakan anak pada episode berikutnya.

Pentingnya nasihat bijak dan disertai dengan keteladanan, menjadi bagian penting pilar pendidikan di negeri ini. Kekacauan yang terjadi dibanyak lembaga pendidikan, hampir bisa dipastikan karena kasus moral anak-anak. Mulai dari pembulian, kekerasan dan tidak menghormati guru. Sebur saja contoh sederhana, siswa yang tertangkap merokok di lingkungan sekolah. Orang tua mengaku bahwa anaknya adalah anak baik, tidak pernah merokok, setelah ditelusuri ternyata anaknya merokok sudah sejak awal masuk SMP. Sangat bisa jadi sudah dimulai sejak anaknya di sekolah dasar.

Memberikan tindakan tegas dan efek jera terhadap pelanggaran disiplin dan aturan sekolah, sudah barang tentu mendapatkan perlawanan dari banyak pihak. Tentu saja dengan berbagai alasan yang menguatkan posisi anaknya yang salah. Bukannya menyadarkan anaknya, tapi bersama-sama menyerang sekolah. Bahwa itu semua menjadi tanggung jawab sekolah dalam usaha mendidik anaknya. Bagaimana sekolah berhasil mendidik anaknya, jika ternyata didalam keluarganya saja tidak diberikan keteladanan. (Bersambung)

***

~~ Mendalo Mas, 290426 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post