Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Enak dengan Harga yang Enak
Ilustrasi gambar: Edited by ChatGPT

Enak dengan Harga yang Enak

Tantangan Hati ke-2279

#TantanganGurusiana-7

***

Berkunjung ke tempat ini bukanlah yang pertama bagi saya dan keluarga. Saat pulang dari sebuah kegiatan di pulau seberang (tepatnya kota Bogor), saya dijemput di bandara oleh kelompok kecil keluarga. Ternyata sebelum ke bandara, mereka sudah memesan sebuah tempat untuk berbuka puasa.

Saat saya baru mendarat di bandara, langsung menuju area parkir dengan anak gadis sudah berada di luar mobil. Pertanda mereka juga belum lama sampai di bandara. Adik ipar yang bertindak sebagai sopirnya. Hanya mengantarkan saya sampai disatu tempat yang harus berhenti. Karena dia sudah janjian dengan teman-temannya untuk berbuka puasa di tempat lain.

Saya mengambil alih kendali mobil, lalu bergerak menuju tempat yang sudah mereka sebutkan saat keluar bandara. Sebuah kedai (Rumah Makan Khas Timur Tengah). Lokasinya tidah jauh diseberang Jambi Prima Mall. Namanya Nasi Kebuli Jannah. Dari namanya saja, sudah jelas nuansa Timur Tengahnya.

Beberapa waktu yang lalu, bersama keluarga, saya kembali berkunjung ke tempat ini. Setelah pulang dari terapi khas Tiongkok, kita menunaikan shalat magrib di sebuah masjid, lalu melanjutkan perjalanan menuju tempat yang seru di atas. Kedai Nasi Kebuli Jannah, kembali mengingatkan suasana Buka Puasa Bersama tahun lalu. Hanya saja, kehadiran yang beberapa waktu yang lalu dengan suasana lebaran.

Mungkin dalam bayangan banyak orang, berapa duit yang harus digelontorkan, agar dapat menikmati makanan khas Timur Tengah tersebut bersama keluarga. Jujur saja, saat pertama kali datang ada sedikit rasa khawatir. Setelah memesan paket makanan yang dipilih, lalu berpindah ke meja kasir, lalu uang didompet langsung berteriak minta tolong.

Ternyata, dengan harga yang sangat ramah di kantong kita-kita yang berisi lembaran duit alakadarnya, tetapi tetap dapat menikmati hidangan yang lezat tersebut. Dengan jumlah lebih kurang 8 orang jamaah yang ikut hadir di kedai tersebut, tidak membuat detak jantung terganggu. Malah makin sehat. Karena yang membayar tagihan adalah langsung sang bendahara. Jadi semuanya aman.

Kapan rasa tidak aman itu menggelayut di hati? Saat sampai di rumah. Begitu baring sejenak menjelang terlelap, ada bisikan halus datang sekilas ditelinga. Jangan lupa ya Yah, ditrasnfer tagihan makan Nasi Kebuli tadi. Ups. Langsung mata jadi sudah terpejam, tiba-tiba saat dibuka sudah mau masuk waktu subuh.

***

~~ Mendalo Mas, 120426 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post