Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ketika Diam Bukan Lagi Emas (Bagian 2)
Ilustrasi gambar: ChatGPT

Ketika Diam Bukan Lagi Emas (Bagian 2)

Tantangan Hari ke-2288

#TantanganGurusiana-7

***

Semakin hari, isu yang menyerang profesi guru seolah tidak ada kata berhenti, malahan perkembangannya makin bertambah pesat. Energi yang dikeluarkan seolah tidak ada kata habisnya. Ibarat baterai, kapasitas energinya no limit alias tanpa batas. Sangat bisa jadi sampai akhirnya guru menyerah kalah dan kehilangan semuanya.

Kita bisa sejenak melihat kebelakang. Saat masih menjadi seorang murid di sekolah. Bagaimana rasa hormat kepada guru yang luar biasa. Setiap sanksi atas kenakalan yang dilakukan, tidak pernah menimbulkan kebencian. Apalagi sampai ada orang tua siswa yang datang ke sekolah dengan membawa aparat keamanan, atau membawa sekian banyak orang menantang sang guru, lalu terjadilah pengeroyokan terhadap guru. Semua kisah ini hampir tidak pernah terjadi.

Di era sekarang, berapa banyak guru yang hidupnya berakhir dengan tragis. Ada yang meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis karena mengalami penyiksaan dari orang tua siswa, ataupun seorang guru yang cacat karena mendapat serangan secara brutal dari orang yang tak dikenal. Tentu saja ada kaitannya dengan tindakan tegas sang guru terhadap perilaku tidak baik siswanya di sekolah.

Kalau ditanya, siapakah pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas peristiwa buruk yang menimpa sang guru. Walaupun sudah dipayungi oleh Undang-undang, juga sudah sampaikan oleh aparat penegak hukum. Tapi peristiwa tragis masih terjadi dan menimpa bukan hanya satu dua orang guru di negeri ini. Ada banyak guru yang sudah menjadi korban.

Apakah masih tepat kalimat diam itu emas diucapkan dalam berbagai forum. Lalu membiarkan berbagai peristiwa buruk terus menerus terjadi pada guru. Jangan bebankan semua masalah tersebut kepada guru.

Apakah petinggi negeri ini tidak berkaca pada kisah perjuangan para pendidik, sejak zaman perang kemerdekaan, sampai negeri ini merdeka. Lalu kenapa perannya seolah dianggap tidak ada pada masa kini. Berbagai forum dan lembaga berdiri paling depan membahas tentang pentingnya peran guru dalam menjaga peradaban. Endingnya, tidak lebih hanya sekadar seremonial belaka.

(Bersambung)

***

~~ Mendalo Mas, 210426 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post