Akankah Panas itu Pergi
Tantangan Hari ke-2324
#TantanganGurusiana-7
***
Setelah menyiapkan berbagai keperluan mudik dadakan (sebenarnya tidak terlalu mendadak sih), menyempatkan mampir di sekolahan, guna mampir di rumah dinas rekan guru. Karena kemarin terlalu serius dengan tugas, saat pulang lupa mampir menjemput gula aren jahe.
Sebagai penikmati sajian hidangan jadul dan alami, tentu saja kesempatan untuk mencoba menikmati kopi dengan gula aren jahe menjadi sangat penting dilakukan. Karena selama ini, gula aren lebih banyak digunakan untuk pemanis kolak atau sejenisnya. Kadang juga untuk keperluan kue tertentu. Nah, momen selasa saat setor wajah online, sekalian mampir ke rumah rekan sesama guru, gula aren jahe juga dikirimkan dari seberang pulau.
Melanjutkan perjalanan, guna menghadiri perayaan Idul Adha sekaligus pemotongan hewan Qurban dan Aqikah. Selama dalam perjalanan, ada yang terasa aneh. Kondisi di dalam mobil lebih panas dari biasanya. Selain memang cuaca ekstrim dengan suhu yang luar biasa panas. Namun disertai panas yang tidak biasa di dalam kendaraan, memaksa saya harus mampir di bengkel khusus menangani gangguan AC. Bengkel yang tepat berada di seberang jalan Masjid Agung Kota Bangko.
Menurut pemeriksaan ahlinya, ada kendala pada freon AC dan sedikit mengalami keboroan halus, alias tidak bisa dideteksi dengan kasat mata, tanpa memeriksa secara total jaringan pipa AC. Karena ingin melanjutkan perjalanan jauh, akhirnya diambil langkah praktis, selain menambah freon, juga dilakukan penambahan komponen pendingin radiator. Karena sedikit kendala di posisi alat tersebut.
Ternyata, panas yang membuat kurang nyaman di dalam kendaraan, bisa dituntaskan dengan baik. Setelah semua tahapan selesai dilakukan, dilanjutkan dengan urusan administrasi keuangan. Tuntas satu urusan, pendingin kendaraan sudah aman, dilanjutkan dengan tugas berikutnya. Bergerak ke seberang jalan menuju Masjid Agung, menunaikan ibadah shalat zuhur.
Selamat tinggal panas. Andaikan suhu di luar kendaraan panas, tetap saja waktu membuka kaca mobil sejenak, angin semriwing (ASE) masih bisa dinikmati kesejukannya yang khas. Apalagi aroma tumbuhan disepanjang jalan berliku, dengan tebing yang tinggi, lalu di kiri jalan membentang aliran sungai, airnya masih terlihat jernih (sungai batang merangin, sumber airnya dari Danau Kerinci). Beda halnya dengan sungai di sepanjang daerah Kabupaten Merangin. Air sungai sangat mirip dengan air kopi mokka atau Thai Tea Mokka. Coklat kental dan gelap.
***
~~ Danau Kerinci, 270526 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
