Dingin itu 'Ngangenin'
Tantangan Hari ke-2327
#TantanganGurusiana-7
***
Bagi sebagian orang, yang sudah terbiasa tinggal di daerah yang suhunya agak lebih panas, akan merasa terbatas ruang geraknya saat berada di daerah yang suhunya rendah. Begitu pula sebaliknya. Yang berasal dari daerah dingin, saat bepergian ke daerah panas, hebohnya juga sangat luar biasa. Baru saja keluar dari kamar mandi, sekujur tubuhnya sudah kembali berkeringat.
Begitulah suasana hati masing-masing kita yang berasala dari dua daerah yang berbeda kondisi alamnya. Sebagai perantau, sudah bukan hal aneh manakala bertemu dengan orang yang suka "heboh" dengan perubahan suhu tersebut. Saat berada di ruangan kelas, ataupun di rumah hunian, semua berebut mencari posisi strategis dari kipas angin atau pendingin ruangan lainnya.
Mungkin saya termasuk pengecualian dari sekian banyak kasus tersebut di atas. Dilahirkan di daerah dataran tinggi, dimana suhu saat pagi, siang, sore dan malam hari hampir tidak jauh berbeda. Hanya saja, jika kulitnya kurang sensitif terhadap perubahan suhu tersebut, akan mengalami perubahan warna. Awalnya gelap, tiba-tiba berubah menjadi semakin gelap. Atau sebaliknya ada warna kulitnya menjadi semakin bersih.
Uniknya, walaupun terlahir di daerah yang sangat dingin, begitu merantau ke Sumatera Barat, tepatnya di kota Padang, apalagi tinggal sangat dekat dengan gugusan pantai Padang, bisa dibayangkan bagaimana perubahan suhunya. Dari sehari-hari suhu tertingginya hanya 28°C, tiba-tiba berada di daerah sangat panas. Saya malah sangat menikmati perubahan suhu tersebut. Waena kulit berubah menjadi lebih bersih dan yentu saja semakin putih.
Hanya saja, kemampuan menyesuaikan diri dari berbagai kondisi suhu suatu tempat, membuat saya lebih aman saat berada pada dua tempat yang perbedaan suhunya sangat kontras. Sangat menyukai suhu tinggi, tanpa memerlukan alat pendingin, tapi saat berada di daerah yang sangat dingin, juga tidak perlu heboh saat mandi pagi sebelum subuh, dengan air sumur dan air sungai yang dinginnya luar biasa. Justru dinginnya membuat saya kangen untuk selalu bisa pulang.
Ternyata memang benar kata Emak saat beliau masih hidup, karena terbiasa melihat anak bujangnya mandi dengan air dingin, baik saat mandi di sumur, maupun mandi di sungai. Apalagi air sungai yang deras dan sangat jernih, benar-benar membuat kita kangen dengan suasana tersebut. Tidak percaya, jika dingin itu ngangenin, coba saja dinikmati saat mandi pagi di daerah pegunungan, pasti teriakannya yang membuat kangen. Tidak percaya? Coba saja.
***
~~ Danau Kerinci, 300526 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
