Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ketika Jam 06.17
Ilustrasi gambar: Dokumen Pribadi, edited by ChatGPT

Ketika Jam 06.17

Tantangan Hari ke-2325

#TantanganGurusiana-7

***

Menghadapi musim panca roba, apalagi dalam kondisi cuaca ekstrim, harus pandai-pandai menyikapinya. Seperti yang saya alami saat subuh, 270526. Awalnya tidak bermaksud melihat kondisi cuaca. Setelah mandi sebelum subuh, rasa dinginnya tidak seperti hari-hari biasa. Untungnya badan ini sudah pernah merasakan mandi pagi sebelum subuh, di suatu tempat yang suhunya sangat dingin untuk ukuran Indonesia.

Bangun pagi, lalu menyegerakan mandi pagi dengan nuansa air sumur yang menyenangkan. Jika tidak terbiasa, maka yang sedang tidur siap-siap mendengar teriakan histeris. Bukan karena melihat makhluk halus yang tiba-tiba terjadi penampakan, tapi karena suhu air yang sangat dingin. Bagi yang pernah merasakan suasana dinginnya kawasan Dieng, Jawa Tengah. Maka pada suhu kritis, air sumur di rumah juga bisa mendekati angka yang sama.

Seperti halnya pagi subuh Idul Adha. Sebelum berangkat ziarah ke makam Ayah dan Emak, sekilas tiba-tiba terlihat detektor suhu di mobil menunjukkan angka 16°C. Spontan saya membuka kaca mobil, terasa hembusan angin pagi dan memancing deteksi suhu di tubuh merasakan hal yang sama.

Setelah selesai menunaikan tugas di makam Ayah dan Emak, langsung bergerak menuju tempat parkiran, tepat jam menunjukkan angka 06.17, detektor suhu menunjukkan angka 15°C. Suhu rendah ini, dikhawatirkan akan berbalas dengan suhu tinggi pada siang harinya. Untungnya setelah menunaikan shalat Ied Adha, cuaca memang sedikit panas, tapi tidak terlalu tinggi. Cukup membuat suasana lebih seru. Teriknya sinar Matahari, dibarengi dengan kelembaban udara yang lumayan membantu menjaga suhu dinginnya tetap terasa.

Mau ikut merasakan suasana dan keseruan di kawasan Sekepal Tanah dari Surga, maka ditunggu kehadirannya di Kerinci. Dataran tinggi di pulau Andalas, yang memiliki bentang alam unik. Apalagi satu tempat ikonik, perkebunan Teh peninggalan Belanda, yang sangat luas pada ketinggian diatas 1400 - 1750 mdpl. Perkebunan teh yang berada dalam satu kawasan, yang terluas di Asia Tenggara. Mengalahkan luas perkebunan teh di kawasan pegunungan di Tibet.

***

~~ Danau Kerinci, 280626 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post