Kok Guru 'Kurang Kerjaan?'
Tantangan Hari ke-2316
#TantanganGurusiana-7
***
Masih tentang profesi yang seksi ini. Loh kok seksi? Bagaimana tidak disebut seksi. Karena mulai dari ahlinya ahli, sampai ke yang ngaku ahli dan terakhir yang benar-benar tidak ahli. Tapi bahasannya tentang sosok yang satu ini sampai hilang kendali.
Ingatkah kita saat mendengarkan kisah Kaisar Jepang, setelah Bom Atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki. Pertanyaan pertama yang dilontarkannya kepada para bawahannya adalah berapa orang guru yang masih hidup. Bukan berapa orang prajurit yang selamat dari Bom.
Ini pertanyaan yang sangat mendasar. Karena kebangkitan negeri Sakura setelah peristiwa tersebut, memang diwarnai oleh kemampuan negara bersama guru membangkitkan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh banyak profesi yang lain.
Beda dengan sebuah negeri yang dulu katanya sangat memuliakan guru. Bagaimana murid dan orang tuanya menaruh rasa hormat yang sangat tinggi kepada sang guru. Entah karena kemajuan zaman, ataukah memang karena merasa profesi tersebut "tidak penting" keberadaannya. Sehingga tidak perlu penghargaan yang spesial dan menaruh rasa hormat kepada orang yang memilih profesi tersebut.
Percaya atau tidak, kerusakan moral sebuah bangsa dimulai dari rendahnya penghargaan yang diberikan terhadap profesi ini. Tidak bermaksud merasa lebih terhormat, tapi memang kemajuan sebuah negeri akan terlihat dari bagaimana sebuah negeri menempatkan sosok yang dimuliakan tersebut.
Apalagi kalau ditanya soal "gaji" yang diberikan. Jauh dari kata sangat layak. Nah ini yang diangkat ke permukaan, maka akan semakin ramai pula pergunjingan yang di dapatkan. Jangan pernah membandingkan dengan apa yang diberikan oleh negara tetangga terhadap profesi yang sama. Karena sangat tidak bisa disandingkan, seperti membandingkan siang hari dihadapkan dengan tengah malam gelap gulita tanpa bintang dan cahaya rembulan.
***
~~ Mendalo Mas, 190526 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
