Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Menjadi Sopir Sok Kuat
Ilustrasi gambar: ChatGPT

Menjadi Sopir Sok Kuat

Tantangan Hati ke-2308

#TantanganGurusiana-7

***

Pulang kampung karena kegiatan pelepasan Jamaah Haji Kloter 19, dimana salah enam pesertanya adalah keluarga terdekat. Ayah dan Emak, lalu Mamak dan Makcik, total ada enam orang. Semuanya menjadi tamu Allah tahun ini, dalam menunaikan dan menyempurnakan Rukun Islam yang ke-5.

Jumat jam 17.05 sampai alamat, Villa Mertua Indah. Berangkat dari Mendalo jam 06.15 tanpa drama korea yang sering mengganggu kesiapan pulang. Mulai dari menyiapkan makan siang dalam perjalanan, menjemput anak di sekolah (Pondok Pesantren Ash Shidiiqi, Pemayung Batanghari). Setelahnya langsung bergerak menuju kawasan yang merupakan titik tertinggi di pulau Andalas.

Malamnya langsung menunaikan tugas, menjadi muazin shalat isya, yang sebelumnya didahului memberikan kata sambutan sebagai tuan rumah sohibul hajat. Dilanjutkan dengan shalat dan tentu saja ditutup dengan pembagian konsumsi kepada semua jamaah yang hadir (lebih kurang 300 orang jamaah). Kegiatan malam ditutup dengan kumpul keluarga. Membahas berbagai hal terkait persiapan melepas jamaah haji dari Masjid, lalu bergerak menuju dermaga Danau Kerinci, tempat yang biasanya dijadikan sebagai panggung utama Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci.

Minggu, 100526 menjadi hari puncak pelepasan jamaah haji dari tiga desa, Koto Tengah, Seleman dan Pasar Sore. Dulunya hanya satu desa Seleman, lalu mengalami pemekaran wilayah menjadi tiga desa. Setelah pelepasan dari Masjid Raya, lanjut bergerak menuju kawasan Pasar Sore, setelah semua jamaah masuk ke dalam kendaraan yang bertugas mengantarkan ke deramaga Danau Kerinci, saya dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Jambi.

Bukanlah hal mudah bagi sopir yang menjadi pemain tunggal tanpa sopir cadangan. Walaupun malamnya tidur terlambat, mata harus tetap terjaga tanpa kantuk. Apalagi selain menjaga mondisi fisik yang semakin melemah, pandangan mata yang juga sudah kurang tajam, menjadi kisah seru selama perjalanan. Magrib di Masjid Pamenang, yang menjadi langganan tempat istirahat dalam perjalanan balik maupun mudik, maka tadi malam, tenpat yang sama dipilih menunaikan shalat magrib dan isya, sekaligus makan malam.

Ternyata menjadi sopir malam yang sok kuat itu sangat asyik dan seru serta penuh tantangan. Mau ikut mencobanya? Pasti asyik. Terkait kondisi fisik, adalah pokoknya.

***

~~ Pijoan, 110526 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post