Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pejuang Malam
Ilustrasi gambar: ChatGPT

Pejuang Malam

Tantangan Hari ke-2309

#TantanganGurusiana-7

***

Sebenarnya bukan hal baru kegiatan belajar malam dilakukan di sekolah berasrama. Hanya saja, jika dulu karena suasana masih tinggal dikomplek perumahan sekolah. Tepatnya setiap Pamong Pengajar dan Pengasuh alias P3, sudah pasti harus selalu Always dan tidak pernah Never. Kata-kata sakti yang sering saya ulang-ulang ucapkan saat berada di dalam kelas.

Selain P3, dulu juga ada namanya Pamong Pengajar (P2). Kenapa ada perbedaan? Karena rata-rata Pamong Pengajar dan bukan sebagai pengasuh, hanya datang dan hadir saat ada kegiatan belajar mengajar sesuai jadwal yang telah disusun. Tapi secara ekplisit Pamong P2 tidak diwajibkan melakukan kegiatan pembinaan layaknya seorang orang tua kepada anak-anaknya. Karena proses pembinaan itu terjadi dan berlangsung di luar kelas. Biasanya dilakukan saat kegiatan kunjungan ke rumah pamong dan dilakukan pada malam hari setelah makan malam.

Namun seiring perjalanan, saya memilih untuk tinggal di luar komplek rumah dinas. Bukan karena tidak suka, tapi ingin menikmati suasana berbeda. Karena sejak tahun 2003 menikmati suasana terisolir dari hiruk pikuk dunia luar, sampai untuk keluar kampuspun jika tidak terlalu penting, lebih memilih untuk tetap berada di rumah. Selain bisa memaksimalkan melihat tumbuhkembang anak, juga istirahat dari kepenatan yang seolah tidak pernah usai.

Karena memilih tinggal di luar, secara tidak langsung saat kegiatan pembinaan siswa pada malah hari, harus memiliki kesehatan dan kekuatan yang prima. Menempuh jarak yang tidak terlalu dekat tapi juga tidak terlalu jauh bagi anak muda(karena sudah lansia), maka perjalanan malam menuju kampus harus benar-benar dinikmati sebagai perjalanan wisata. Loh kok bisa? Karena pada malam hari berangkat ke sekolah, mengajar dan membimbing anak di kelas adalah hal yang istimewa. Sehingga setiap perjalanan menuju kampus, dinikmati sebagai perjalanan wisata. Lalu di kelas hati tetap bahagia, walau melihat kondisi siswa seolah sudah tidak berdaya.

Itulah kisah seorang pria lansia, yang harus berjuang dengan sekuat tenaga untuk menuntaskan tugasnya mengajar malam. Apalagi saat di sekolah, tiba-tiba cuaca berubah dan berganti dengan hujan deras, maka siap-siap pulang sedikit basah, karena badan masih bisa dilindungi dengan mantel. Tapi soal dinginnya? Dinikmati saja sebagai bagian dari drama kehidupan yang harus dinikmati dengan suka cita.

***

~~ Mendalo Mas, 120526 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post