Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Belajar Menjadi Benar dan Baik
Ilustrasi gambar: ChatGPT

Belajar Menjadi Benar dan Baik

Tantangan Hari ke-2348

#TantanganGurusiana-7

***

Melihat fenomena perubahan cuaca dan iklim sekarang ini, memang memerlukan energi ekstra untuk tetap eksis dan bisa bertahan terhadap godaan yang luar biasa. Tidak mudah memanh, tapi bukan berarti tidak bisa. Karena kita bukan makhluk berbisa, tapi bisanya menjadi menjadi sangat berbahaya.

Ada yang sering memperlihatkan itikat baik, namun secara kasat mata kebaikan itu tidak sepenuhnya terlihat baik. Tepatnya begini, ada orang yang memperlihatkan kebaikannya karena ada pimpinan. Begitu sang pimpinan tidak ada, maka karakter aslinya akan terlihat nyata. Artinya "baik" yang diperlihatkan ternyata belum benar.

Melakukan sesuatu karena ada harapan imbalan, maka kebaikan yang penuh kepalsuan tersebut tidak menghasilkan apapun, kecuali kecemburuan dan akhirnya menjadi label baru terhadap yang bersangkutan. Baik karena ada sesuatu, jelas bukan yang dapat dibenarkan. Baik itu tersembunyi, lebih-lebih lagi yang terlihat sangat nyata.

Ada sosok yang terlihat apa adanya, kebaikannya bukan sandiwara. Ia melakukan sesuatu bukan karena ingin mendapatkan validasi dari orang lain. Ia tidak memerlukan penilaian dari orang lain. Baginya, kebaikan itu harus dengan ketulusan, barulah baik itu menjadi benar. Belajar dan berproses menuji kesana bukanlah hal mudah. Apalagi ditengah fenomena aneh yang dinormalisasi seperti sekarang. Baik selalu saja disertai dengan niat terselubung dan bahkan aecara nyata diperlihatkannya.

Kebaikan dan kebenaran dua hal yang harus selalu menjadi dasar sebuah gerakan dan kegiatan. Manakala ada nilai yang menyimpang dari prinsip yang sudah dipegang, maka akan dengan sangat mudah melakukan upaya pencegahannya. Akan menjadi susah, manakala kebaikan dibingkai dengan niat karena ingin meraih sesuatu dari apa yang akan dan sudah dilakukan.

Belajar menjadi benar dan baik itu mudah, manakala sejal awal sudah ditanamkan sikap ketulusan tanpa ada maksud lain. Mau dilihat oleh orang lain atau tidak, kebaikan itu telah menjadi hal biasa yang dilakukan. Tidak ada niat terselubung yang melatarbelakangi setiap kebaikan tersebut. Tetaplah menjadi orang yang selalu belajar menjadi baik tanpa niat tidak baik dibelakangnya.

***

~~ Mendalo Mas, 190626 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post