Catatan Ringan Jamaah Haji
Tantangan Hari ke-2356
#TantanganGurusiana-7
***
Setelah pelaksanaan Ibadah Haji usai, para jamaah sesuai kloternya masing-masing, kembali pulang ke daerah masing-masing. Keluarga besar yang juga merupakan jamaah haji 2026, kloter 19. Berangkat bersama dengan jamaah asal Kabupaten Merangin, pulang dengan waktu yang sama, hanya dengan kendaraan sesuai rute daerah masing-masing.
Sesampainya di kampung halaman, ada satu hal yang sangat menarik. Tradisi berkunjung ke rumah para jamaah haji yang baru pulang menunaikan ibadah haji. Berbagai kisah terangkum sekilas selama menerima kunjungan warga. Ketulusan dan canda mereka menjadi hiburan bagi tuan rumah. Soal itu hanya sandiwara, biarlah menjadi urusan masing-masing warga.
Kunjungan warga ke rumah jamaah haji, menjadi penyemangat bagi warga yang sudah mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji. Berbagi pengalaman, tentu saja menambah semangat yang lain yang masih berusia relatif muda, untuk meniatkan diri berusaha dan memantaskan dirinya menjadi tamu Allah. Bukan siapa yang paling kaya, karena ada banyak yang hartanya berlimpah, tapi sedikitpun belum tergerak hatinya untuk menunaikan Rukun Islam ini. Alasannya sudah jelas, karena belum mendapat panggilan.
Beberapa kisah yang sempat diteliti oleh para ilmuan. Kenapa jamaah calon haji, saat menunaikan ibadah haji, tidak dibolehkan menggunakan pewangi, sabun yang tidak wangi, odol yang juga tidak wangi. Padahal untuk pelaksanaan rukun haji, suhu udara disekitar Masjid Al Haram lumayan tinggi. Apakah para jamaah tidak berkeringat? Tentu saja semua jamaah berkeringat. Uniknya, tidak ada satu orangpun jamaah calon haji mencium aroma kurang sedap.
Keringatnya para jamaah dan semua tamu Allah di Makkah, tidak mengeluarkan aroma yang membuat jamaah lainnya terganggu. Masing-masing menceritakan hal yang sama. Setelah melaksanakan tahapan rukun haji, Arafah, Mudzdalifah dan Mina (Armuzna), dibalik kelelahan fisik, tapi tidak ada satupun jamaah yang merasakan aroma tubuhnya mengeluarkan aroma tidak sedap. Berbeda saat sebelum berangkat haji.
Sedikit celoteh para jamaah yang baru pulang dari menunaikan ibadah haji, dilanjutkan kebenarannya oleh para jamaah haji yang sudah berangkat pada tahun-tahun sebelumnya, ternyata mereka juga merasakan hal yang sama. Tapi tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Kok bisa? Nah itulah yang rasanya pernah diteliti oleh seorang ilmuan, yang mengantarkannya memilih sebagai mu'allaf. Begitulah kisah penuh makna yang disajikan dengan cara yang sederhana oleh para jamaah haji.
***
~~ Danau Kerinci, 260626 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
