Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ketika Diam Bukan Lagi Emas (Bagian 4)
ilustrasi gambar: ChatGPT

Ketika Diam Bukan Lagi Emas (Bagian 4)

Tantangan Hari ke-2338

#TantanganGurusiana-7

***

Beberapa waktu yang lalu, sampai akhirnya meraih posisi puncak saat Grand Final SUCI 12, ada hal yang sangat menarik. Bukan hanya karena kehadirannya menjadi hiburan bagi penonton, tapi satu suguhan yang selalu menarik untuk disaksikan. Minimal kegelisahan banyak guru, terutama guru honorer dengan sangat lantang ia suarakan.

Menjadi sangat menarik dibahas, manakala selama ini banyak pihak berdiam diri, tidak berani menyuarakan kegelisahan hati. Bukan karena kuat dan ikhlas dengan keadaan, justru sebaliknya karena rasa takut yang ditebarkan oleh mereka yang punya kepentingan. Akankah terjadi perubahan, manakal pihak yang harusnya berada paling depan memperjuangkan hak guru. Mereka yang selalu diberi label pahlawan tanpa tanda jasa, sosok yang harus ikhlas dan lain sebagainya.

Sejatinya kegelisahan dan keresahan yang dirasakan oleh profesi ini, menjadi bahagian yang tidak terpisahkan bagi pemerintah memperjuangkannya. Bukan saja itu amanat undang-undang, tapi juga pesan yang dikumandangkan oleh para pejuang negeri ini. Dari tangan merekalah diharapkan warna negeri menjadi lebih baik.

Bagaimana ingin bersaing dengan negara tetangga, manakala orang yang berada pada garda terdepan mencerdarkan kehidupan bangsa (sepertinyang dimuat dalam konstitusi), dibiarkan merana dengan nasibnya.

Beban tugas yang tidak ringan, bukan saja menghadapi siswa yang malas belajar, bandel dan kurang baik akhlaknya, tapi juga harus berhadapan dengan orang tua bandel. Orang tua yang membela anaknya melakukan pelanggaran disiplin, orang tua yang turut serta memberi warna pendidikan semakin suram. Tidak jarang guru menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh orang tua bandel tadi. Belum lagi guru yang harus berurusan dengan aparat penegak hukum, bahkan ada yang dipenjara, hanya karena tegas dalam menegakkan aturan.

Ketika diam bukan lagi emas, maka hanya ada satu jalan terbentang untuk bersama-sama melakukan perubahan. Negara harus harus hadir terdepan dalam menghadirkan ketenangan, bukan menambah kegelisahan.

Belajarlah dari negara tetangga, yang dulu mereka mengirimkan pelajar dan mahasiswa terbaiknya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di negeri ini, lalu mereka kembali ke negaranya. Apa yang terjadi kini? Jika dulu mereka belajar di negeri ini, sekarang menjadi terbalik. Kita yang akhirnya berguru kepada mereka. Hampir banyak hal, kita belajar dari mereka. (Bersambung)

***

~~ Mendalo Mas, 100626 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post