Menjadi 'Pagar' Rumah
Tantangan Hari ke-2354
#TantanganGurusiana-7
***
Saat kita sedang menghadiri sebuah resepsi, baik itu di gedung, di rumah pengantin, maupun di tempat khusus yang biasanya disediakan oleh Rukun Tetangga (RT) tertentu, untuk memudahkan warganya yang ingin mengadakan pesta atau hajatan. Biasanya kepada tamu dan undangan, dihadirkan pagar ayu, alias anak dara yang menyambut kedatang tamu dan undangan.
Tentu saja kehadiran pagar ayu ini sering menjadi perhatian para undangan, bahkan juga tidak jarang jika tamu dan undangan tersebut masih berstatus "jomblo," akan menjadi bulan-bulanan disindir oleh tuan rumah. Ini sudah jelas, bahwa undangan tersebut memang sudah menjadi sahabat dan saudara atau teman dekat tuan rumah.
Menjadi "pagar" rumah merupakan sebuah kebanggaan. Selain mendampingi fungsi kerja pagar ayu, sosok "pagar" rumah yang ramah, tentu saja menambah hangatnya suasana pesta. Seperti itu pula yang saya lakoni beberapa hari ini. Karena menerima banyak tamu yang berkunjung ke rumah, sebuah tradisi baik warga secara bersama-sama menikmati sajian dari tuan rumah yang baru pulang menunaikan ibadah Haji.
Tidak semua orang bisa bertahan sebagai "pagar" rumah, termasuk saya. Harus duduk berlama-lama ditengah jamuan, sementara kaki sudah mulai terasa pegal, akhirnya tugas sebagai pendamping tamu, terpaksa ditinggalkan. Saya harus berdiri sejenak meninggalkan arena. Selain sejenak menghilangkan penat, juga meluruskan pinggang yang sudaj mulai terasa kurang nyaman.
Beda halnya dengan "pagar" rumah saat ada pesta. Kita bisa berdiri dengan gagah dan berdekatan dengan pagar ayu. Eits, tapi tidak untuk macam-macam sambil melirik deretan barisan pagar ayu. Bisa terjadi perang duni ke-15 jika itu dilakukan. Karena banyak tamu undangan juga pada melirik pagar ayu. Jadilah "pagar" rumah yang memang menjaga semuanya. Menjaga pagar ayu tetap tenang dan menjaga tamu undangan agar tetap nyaman.
***
~~ Danau Kerinci, 240626 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
