Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Saat Motor 'Ngerjain' Pengemudinya
Ilustrasi gambar: ChatGPT

Saat Motor 'Ngerjain' Pengemudinya

Tantangan Hari ke-2334

#TantanganGurusiana-7

***

Sebenarnya dalam kehidupan kita sehari-hari, tidak ada kata "sial" ataupun "hari sial," manakala ada sesuatu yang terjadi diliar kendali kita. Karena sekecil apapun yang menimpa diri kita, semuanya sudah tercatat dengan indah dalam catatan spesial di suatu tempat, yang disebut Lauhil Mahfudz.

Untuk itulah, agama mengajarkan kita agar selalu berada dijalan kebenaran dan tidak keluar dari aturan, apalagi terkait aturan agama. Jangan coba-coba melakukan pelanggaran, andaikan bisa lolos dari sanksi dunia (mungkin karena beberapa faktor yang tidak bisa dijelaskan dalam tulisan ini, takut diserang.. hehehe), maka pengadilan akhiran jauh lebih mengerikan. Karena dipengadilan akhirat, tidak ada jalur orang dalam, apalagi jalur sogokan, ataupun bermain dengan makelar kasus.

Lalu apa kaitannya dengan judul di atas. Tentu saja ada. Setelah menunaikan shalat isya di rumah, saya bergegas menambah kapasitan angin ban motor bagian belakang. Karena akan membonceng teman, beliau adalah pelatih Olimpiade Sains bidang Geografi. Mulai dari rumah, sampai di depan penginapan beliau di sekolah, tidak ada tanda-tanda mencurigakan terkait kendaraan.

Setelah sejenak saya bercengkrama dengan rekan-rekan pelatih, terkait dokumen yang harus mereka selesaikan, lalu membahas penjemputan untuk berangkat menuju bandara, saya harus bertemu muka dengan seorang sahabat (WakaSis), beliau adalah juga kakak angkat yang sering menjadi teman diskusi dan teman ribut disetiap kesempatan. Dalam perjalanan, saya merasakan ada goncangan pada bagian belakang kendaraan, setelah sampai di depan rumah beliau, ternyata ban belakang positif bocor pada ban bagian dalam.

Apa hendak dikata, akhirnya pilihannya hanya satu, mencari rekan guru yang memiliki pompa ban. Sayang seratus kali sayang, ternyata ban tetap kempes. Begitulah cara Allah mengirimkan pesan, bahwa sesibuk apapun kita, masih tetap mawas diri atas semua yang akan menimpa setiap diri. Ini bukan tentang "kesialan" atau sedang "dikerjain" oleh motor. Sayapun akhirnya menggunakan motor legenda (grand 97) milik Mbak AW. Ternyata, setiap kejadian yang menimpa diri kita, ada banyak hikmah yang bisa menjadi pelajaran dan hikmah dalam kehidupan sehari-hari.

Mau mencoba? Jangan (maksudnya jangan sampai tidak pernah mengalaminya). Jadikan setiap kejadian, baik hal yang baik (untuk terus ditingkat), maupun hal buruk (untuk harua segera dihentikan dan dijauhi). Semoga ada banyak hikmah yang didapatkan.

***

~~ Mendalo Mas, 060626 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post