(Bukan) Hanya Dingin
Tantangan Hari ke-2362
#TantanganGurusiana-7
***
Banyak yang berteori, bahwa terjadinya perubahan cuaca disebabkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Mulai dari pengrusakan lingkungan dengan skala yang mengerikan, ternyata itu dilakukan bukan oleh rakyat orang per orang, tapi korporasi yang dilindungi oleh negara. Korbannya siapa? Tetap saja rakyat jelata.
Menilik apa yang kini terjadi di daerah, kebetulan berada dalam area Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), secara kasat mata memang terlihat kawasan perbukitan masih menghijau, tapi belum tentu dibagian tengahnya masih benar-benar terjaga. Kadang rakyat kecil sering menjadi umpan, disuruh melakukan penebangan hutan, untuk tujuan tertentu.
Begitu ada pemeriksaan, mereka secara langsung akan dituduh sebagai pelakunya. Sementara aktor intlektualnya bebas dan masih bisa melanjutkan aktivitas berikutnya, dengan memanfaatkan tangan-tangan rakyat kecil yang kelaparan dan tidak memiliki pekerjaan. Entah sampai kapan kondisi seperti akan berubah. Atau jangan-jangan memanh sudah diskenario sedemikian rupa, rakyat hanya menjadi umpan, lalu hasil pekerjaannya mereka yang "beruang" tinggal menikmatinya.
Kembali ke masalah perubahan cuaca yang luar biasa ini, Kerinci pada masa ke masa. Dulu tidak begitu bermasalah dengan perubahan cuaca. Karena memang, suhu antara siang dan malam tidak terjadi perubahan yang sangat kontras.
Walaupun siang terlihat panas, tapi suhunya masih tetap rendah. Sekarangpun, sebenarnya tidak terlalu jauh perbedaannya, masih bisa diajak kompromi oleh tubuh. Rentang suhu siang hari masih lumayan dingin (20°C - 28°C). Malam hari sampai menjelang pagi ( 15° C - 20°C).
Yang berubah itu suasana lingkungannya. Dulu hampir semua sungai mengalirkan air yang jernih dan debit airnya lumayan besar. Sangat wajar ketika itu, suma desa memanfaatkan sungai untuk semua aktivitas. Mulai dari mandi, mencuci pakaian, apalagi soal mencari ikan. Semua sungai masih memberikan ruang untuk aktivitas tersebut.
Berbeda dengan kondisi sekarang. Sungai yang dulu airnya jernih dan aliran airnya yang besar, sekarang berubah seolah hanya selokan kecil tanpa makna. Volumen airnya berubah drastis menjadi sangat kecil. Beberapa diantaranya bantaran sungai mengecil dan nyaris tanpa ada aliran air yang besar. Dampaknya tentu saja sangat terasa bagi petani padi sawah. Karena aliran air ke sawah menjadi sangat berkurang.
Jadi secara umum, bukan hanya tentang dinginnya suhu di Kerinci, tapi perubahan lingkungan yang entah itu disebabkan oleh apa dan pelakunya siapa. Danau Kerinci juga merasakan dampaknya. Karena semua aliran air sungai di Kerinci dan Sungai Penuh bergerak menuju Danau Kerinci. Kini debit air sungai sangat rendah. Bisa dibayangkan suasana danaunya seperti apa.
***
~~ Danau Kerinci, 020726 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
