Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Catatan Ringan (Bagian-4)
Ilustrasi gambar: ChatGPT

Catatan Ringan (Bagian-4)

Tantangan Hari ke-2390

#TantanganGurusiana-7

***

Menyelesaikan pendidikan di bangku SMP, tanpa pernah terdata sebagai siswa pelanggar aturan sekolah, apalagi sampai mendapat skorsing dari pihak sekolah, bukanlah hal yang mudah. Apalagi saat menuntaskannya, ditandai dengan peraih nilai EBTANAS tertinggi di sekolah. Jangan ditanya nilai EBTAREG, sudah bisa dipastikan dengan nilai yang sangat baik. Itu semua karena ingin menjawab tantangan Wali Kelas. Bahwa kelas yang beliau asuh, harus bisa membuktikan menjadi yang terbaik.

Melanjutkan pendidikan pada jenjang berikutnya (SMA), dengan siswa yang berasal dari satu desa yang sama hanya kami bertiga, dua orang kakak senior kelas 3 dan saya sendirian di kelas 1. Sementara siswa lainnya, banyak yang berasal dari desa yang sama. Bisa dibayangkan, sekolah yang dipilih tanpa ada teman satu desa yang melanjutkan ditempat yang sama. Teman sesama satu SMPpun juga tidak banyak.

Selama mengikuti pendidikan di SMA, tidak hanya datang, belajar, lalu pulang ke kosan. Saya memilih ikut aktif sebagai anggota Pramuka. Selain rutinitas belajar dari pagi sampai siang, lalu satu kali dalam satu minggu mengikuti kegiatan latihan Pramuka. Sampai akhirnya dinyatakan lulus sebagai anggota baru dan berhak melanjutkan mengisi buku SKU Penegak Bantara.

SMA ini menjadi tempat mengasah kemampuan akademik dan menempa diri dalam kegiatan Kepanduan (Pramuka). Bukan sebagai ajang pembuktian diri menjadi yang terbaik, tapi lebih pada mengasah kemampuan diri untuk memiliki kecakapan diluar akademik. Karena tidak ada jaminan pintar (dengan pembuktian nilai Rapor tinggi), tapi memiliki karakter (akhlak mulia) yang rendah.

Berproses menjadi anak yang baik dan berdedikasi, akhirnya terbukti saat rapat penentuan peserta yang dinyatakan lulus sebagai Penegak Bantara. Saya terpilih sebagai peserta terbaik dan berhak mewakili sekolah dalam ajang yang lebih tinggi (Perkemahan Raimuna Nasional) di Cibubur, Jawa Barat. Namun sayang, karena bukan siapa-siapa dan tidak memiliki apa yang nanri diperlukan saat kegiatan, entah bagaimana caranya, kisah menjadi peraih nilai terbaik dalam pemrosesan Penegak Bantara, menguap bersama angin. Ternyata yang diberangkatkan ke Cibibur adalaj orang lain. (Bersambung)

***

~~ Mendalo Mas, 300726 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post