Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Menjadi 'Saksi'
Ilustrasi gambar: ChatGPT

Menjadi 'Saksi'

Tantangan Hari ke-2378

#TantanganGurusiana-7

***

Jauh sebelum pelaksanaan acara, saya sudaj dihubungi dan diminta perkenannya untuk mengirimkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), tapi bukan dalam versi yang dihebohkan sekarang. Bahwa KTP tidak boleh difotocopy, karena ada chipnya. Lah memang lembaga pemerintah sudah menyediakan layanan kartu tersebut tanpa harus fotocopy. Entahlah. Kok sukanya menyalahkan rakyat, tanpa tahu bahwa sumber kesalahannya dari mereka sendiri.

Nah, terkait dengan harapan sang Anak, dia sangat berharap saya bisa hadir san berkenan menjadi "Saksi" dalam kegiatan tersebut. Saksi ini memegang peranan penting bagi sukses dan lancarnya acara. Akan sangat berbahaya manakala seorang saksi berbohong, apalagi ada pihak tertentu yang membayar.

Khusus untuk saksi yang satu ini, saya hadir tanpa ada sogokan sepeserpun, bahkan dengan sangat senang hati hadir sebagai saksi. Disinilah saya merasakan sebagai seorang Ayah (bukan Ayah kandung yang ada hubungan darah dengan yang bersangkutan). Seorang Ayah yang selalu hadir membersamai perjuangan sang anak. Selama lebih kurang 3 tahun di SMA, sampai kuliah di FSRD ITB, lalu menyelesaikannya dan bekerja. Hubungan baik sebagai Ayah dan anak tak pernah usai.

Akhirnya, tanggal 17 Juli 2026, menjadi sejarah bagi sang anak. Ayahnya hadir sebagai "Saksi" Ijab Qobul pernikahannya dengan seorang pria yang telah menjatuhkan pilihan, menjadikannya seorang istri yang dimuliakan. Mas Ismail ini ternyata juga sahabat dari anak saya yang kuliah di Sistim Informasi UI. Begitulah cara Allah mempertemukan dua insan yang sudah bersepakat untuk bersama dibawah naungan yang sah menurut Agama dan Negara.

Menjadi saksi pernikahan anak sendiri, dengan dihadiri banyak orang di sekitar rumah dan keluarga besar pihak pengantin pria yang berasal dari Banten, adalah sesuatu yang luar biasa dan mengharukan bagi saya. Menjadi Ayah bagi semua anak-anak yang dulu masih remaja (SMA), kini mereka sudah berkeluarga. Ada banyak diantaranya merantau dan bahkan dengan keluarganya menjadi Diaspora, melanjutkan studi di luar negeri sembari tetap menjadi orang tua yang baik.

Semoga ananda semuanya menjadi anak hebat, sukses dalam pekerjaannya dan sukses pula menjadi orang tua yang baik untuk anak-anaknya di rumah. Namun tetap saja kehadiran mereka, tidak mengubah status apapun. Tetaplah ia hadir sebagai seorang anak kepada Ayahnya. Sehebat apapun mereka, tetaplah anak kecil yang minta dimanja saat berkumpul dengan sang Ayah. Hadir dengan celoteh manja seolah masih anak SMA. Sementara disebelahnya sudah ada istri dan anak bersamanya.

***

~~ Mendalo Mas, 180726 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post