Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Berdamai dengan Asap
Ilustrasi gambar: Dokumen Pribadi

Berdamai dengan Asap

Tantangan Hari ke-2416

#TantanganGurusiana-7

***

Beberapa waktu terakhir ini, kondisi asap semakin membahayakan kesehatan. Indeks kepekatan asap dan material yang terkandung didalamnya, dirilis realtime oleh lembaga resmi yang bertanggung jawab dengan kondisi tersebut. Selain sudah mulai terasa sesak, juga membuat mata pedih dan berair.

Untungnya rakyat atau warga negeri plus enam dua sejak dulu sudah terlatih (tepatnya sudah masa bodoh dengan apa yang sedang terjadi). Karena mau berteriak seperti apapun, kondisi ini tetap terjadi dan akan terus menerus terjadi. Selalu saja rakyat kecil menjadi korban dari perilaku tidak baik mereka yang melakukan aksi pembakaran lahan.

Rakyat kecil rata-rata mereka jadikan umpan (pelaki yang dibayar murah dan terdesak secara ekonomi), untuk melakukan aksi pembakaran lahan. Biasanya dilakukan secara diam-diam, apalagi di wilayah (lahan) tersebut tidak mungkin ada deteksi kejahatan yang bisa "diintip" melalui kamera. Anehnya, penanganannya seperti disengaja lambat. Apakah ada perhitungan tertentu, sudah berapa luas lahan yang terbakar, sudah mencapai target sekian hektar, atau ada upaya lain yang disembunyikan.

Bukan berburuk sangka terhadap pihak terkait, tapi belajar dari pengalaman beberapa tahun silam. Saat negeri ini diserang kabut asap oleh kebakaran lahan, penanganannya juga oenuh dengan drama. Rakyat dipaksa berdamai dengan asap. Tidak mungkin sepanjang waktu berdiam diri di rumah. Mau diberi makan apa anak istri. Belum lagi biaya pendidikan untuk anak-anaknya.

Setelah rakyat dipaksa berdamai dengan asap, baik itu dengan pemakaian masker selama berada di luar ruangan, atau membatasi pekerjaan yang sangat rentan terpapar dampak buruk dari asap tebal. Anehnya, begitu kabut asap sudah mulai menipis, titip api sudah semakin mengecil bahkan menghilang, tiba-tiba bekas lahan yang terbakar, sudah berbaris rapi "SAWIT" yang baru ditanam. Mungkinkah ada hantu yang kebal asap, sehingga selama rakyat terpapar asap dengan penderitaannya, ternyata ada regu penyelamat lahan yang sudah bekerja dalam diam. Sungguh luar binasa.

***

~~ Mendalo Mas, 250826 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post