Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Catatan Ringan (Bagian-10)
Ilustrasi gambar: ChatGPT

Catatan Ringan (Bagian-10)

Tantangan Hari ke-2402

#TantanganGurusiana-7

***

Belajar dari pengalaman, adalah sebuah keharusan untuk melakukan perubahan. Bukan sebaliknya menjadi bahan pelampiasan atas ketidakadilan dan sikap yang kurang baik lainnya. Dari berbagai hal yang pernah dialami, mengajarkan diri untuk tidak terjatuh pada lubang yang sama berulang kali.

Mengingat kisah SD, menjadi korban kemarahan kakak senior yang dengan sengaja merusak perabotan kelas, sementara tidak ada yang berani menyebutkan nama kakak kelas tersebut. Akhirnya saya dengan berani menyebutkan nama kakak kelas dan siapa saja yang terlibat. Kejadian berikutnya jangan ditanya, apa yang akan terjadi. Saat jam pulang sekolah, gank kakak kelas tadi sudah menunggu dijalan, lalu saya menjadi korban kekerasan mereka, yang besoknya tetap tidak mendapat sanksi apapiun dari sekolah.

Saat SMP, bukan tidak terjadi kasus yang sama, hanya saja tindak kekerasan hampir tidak berani mereka lakukan kepada saya. Bukan karena sok berani, tapi ada guru yang benar-benar peduli, sehingga membuat senior berpikir panjang untuk melakukan tindakan perlawanan dengan cara kekerasan. Disamping saya juga sudah siap dengan resiko apapun.

Demikian juga saat SMA. Kejadiannya malah kebalikannya. Bukan kakak kelas terhadap adik kelasnya. Tapi ketua kelas terhadap anggota kelas. Karena sang ketua kelas melakukan aksi bolos saat jam belajar, pada saat yang sama wali kelas melakukan kunjungan mendadak.

Pada waktu kunjungan kelas tersebut, tidak satupun teman-teman di kelas yang berani melakukan aksi perlawanan, melaporkan kemana ketua kelas. Akhirnya, dengan satu tekat dan keberanian, saya menyampaikan bahwa ketua kelas memang bolos, bukan ada izin seperti yang disampaikan oleh rekan-rekannya. Peristiwa tersebut tidak selesai hanya dengan damai. Saya mendapat ancaman disertai dengan tindak kekerasan, karena telah berani melaporkan ketua kelas yang lari dari kelas saat jam belajar.

Ancaman tersebut tidak membuat saya surut. Karena tujuannya sangat sederhana, agar semua orang menyadari kesalahannya, lalu tidak menimpakan kesalahan tersebut kepada orang lain. Saya percaya, tindakan yang saya lakukan adalah benar. Walaupun ada ancaman yang terjadi. Tapi dengan satu niat yang baik, akhirnya teman-teman berdiri bersama memberikan dukungan.

"Jika berani menyentuh teman kami yang melaporkan ketua kelas "bolos" saat jam belajar, maka siap-siap akan berhadapan dengan kami," itulah tindak kesatria yang diberikan oleh teman-teman, kepada saya yang dengan berani melaporkan tindak yang salah tersebut. (Bersambung)

***

~~ Mendalo Mas, 110826 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post