Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Catatan Ringan (Bagian - 18)
Ilustrasi gambar: ChatGPT

Catatan Ringan (Bagian - 18)

Tantangan Hari ke-2422

#TantanganGurusiana-7

***

Tidak ada ekspresi yang berlebihan setelah dinyatakan lulus masuk salah satu perguruan tinggi negeri di kota Padang. Ungkapan rasa syukur tentu saja dilangitkan, semuanya karena anugerah dari Allah, serta ada doa dari kedua orang tua serta keluarga besar. Tentu saja dibarengi dengan ikhtiar yang sepadan.

Keberangkatan menuju kota Padang semakin dekat. Perjalanan biasanya melalui jalur puncak Kerinci menuju Pesisir Selatan adalah pilihan yang diambil pihak PO (Perusahaan Otobus). Karena untuk rute Kerinci menuju kota Padang, ada dua pilihan. Pertama melalui Kayu Aro menuju Muaro Labuh dan Solok, lalu sampai di kota Padang. Cuman untuk masa itu, rata-rata mobil lebih memilih rute Kerinci melalui Pesisir Selatan. Selain tidak terlalu melelahkan, juga pemandangan laut lepas yang menjadi hiasan sepanjang perjalanan.

Sesuai jadwal, akhirnya saya harus meninggalkan Kerinci menuju kota Padang. Melakukan kegiatan pendaftaran ulang calon Mahasiswa Baru, sekaligus menunggu jadwal Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek). Menurut kalender pendidikan di IKIP Padang, khusus untuk calon Mahasiswa Baru BP '93, pembukaan Ospek diawali dengan Penataran P4 pola 100 jam, yang dibuka secara resmi oleh rektor saat upacara peringatan hari kemerdekaan, 17 Agustus 1993.

Sebagai calon Mahasiswa Baru BP'93, saya sudah menyiapkan semuanya dengan baik. Terutama pakaian hitam putih dan dasi hitam, sejak awal sudah tersedia berkat bantuan kakak yang beberapa tahun sebelumnya juga melaksanakan penataran P4 pola 100 jam di kampusnya IAIN Imam Bonjol Padang. Hadir tepat waktu (bahkan lebih awal, karena khawatir terlambat) dengan menggunakan fasilitas bus kota rute Tabing - Pasar Raya), yang pasti melalui rute depan kampus IKIP Padang. Maka lima belas menit lebih awal, saya sudah berada di kampus.

Penataran P4 juga mengingatkan kembali perdebatan saya dengan guru PMP saat masih SMA. Karena materi yang disampaikan seperti pengulangan kembali ingatan saat SMA. Perdebatan dengan dosen yang menyampaikan materi, menjadi opmandangan menarik bagi teman-teman mahasiswa baru lainnya. Karena menurut cerita kakak senior yang menjadi panitia lapangan, belum pernah ada kejadian mahasiswa baru berdebat sengit dengan dosen. (Bersambung)

***

~~ Mendalo Mas, 310826 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post