Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Catatan Ringan (Bagian-9)
Ilustrasi gambar: ChatGPT

Catatan Ringan (Bagian-9)

Tantangan Hari ke-2401

#TantanganGurusiana-7

***

Setelah menuntaskan kegiatan dalam rangka ujian kenaikan kelas, maka langkah berikutnya adalah menyiapkan diri agar lebih siap menjalani kelas 3A1 (Jurusan Ilmu-ilmu Fisika). Bukan lagi banyak bermain, tapi makin fokus dengan persiapan kuliah di Perguruan Tinggi. Mengingat tingkat persaingan juga sudah semakin terasa sejak awal kenaikan kelas.

Sang juara bertahan tetap masih bertengger di puncak, diikuti oleh peringkat kedua, ketiga, keempat dan kelima adalah orang yang sama saat di kelas 2A1. Anehnya, bagi empat sekawan ini, tidak ada persaingan yang membuat jarak satu dengan yang lain. Malah saat ada tawaran untuk mengisi formulir calon Mahasiswa Undangan dari kampus ternama di Yogyakarta, mereka kompak dan sepakat untuk mengambilnya.

Bersepakat meninggalkan jam pelajaran sang Wali Kelas, adalah sebuah kenekatan yang tidak mungkin berani dilakukan oleh siswa, kecuali tiga orang siswa yang belum pernah melakukan pelanggaran. Apalagi ada satu siswa yang biasa dipanggil buya oleh teman-temannya di kelas, ternyata ikut serta dalam pelarian tersebut. Wali kelas tidak tinggal diam. Bukan karena marah, tapi sekadar ingin menyadarkan siswanya, agar bertanggung jawan dengan kesalahan yang sengaja mereka lakukan.

Setiap siswa harus membuat pernyataan tertulis kepada Wali kelas. Namun anehnya, tidak satupun dari tiga orang ini yang menuliskannya. Setelah mendapat sanksi tambahan, tidak boleh masuk saat jam Wali Kelas (Mata Pelajaran Kimia), barupah sang Buya mengajak temannya yang lain mengalah. Diawali oleh dirinya sendiri (buya) menuliskan sepucuk surat untuk Wali Kelas, yang ternyata membuat sang Wali Kelas menangis haru.

Berbeda dengan dua teman buya yang lain. Satu berkas surat untuk wali lelas, isinya lebih mirip dengan surat yang dikirimkan oleh seorang laki-laki kepada pacarnya (karena pada zaman itu, masih terkenal dengan era menulis surat untuk sang pacar). Sedangkan satu surat lainnya, lebih kepada ungkapan kemarahan seorang siswa kepada gurunya. Tapi tidak membuat Wali Kelas marah. Itu semua kami dapatkan kisahnya dari teman sekelas. (Bersambung)

***

~~ Mendalo Mas, 100826 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post