Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ketika Diam Bukan lagi Emas (Bagian-5)
Ilustrasi gambar: ChatGPT

Ketika Diam Bukan lagi Emas (Bagian-5)

Tantangan Hari ke-2412

#TantanganGurusiana-7

***

Apabila kamu melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan kekuatan/kekuasaan. Jika kamu tidak mampu, maka cegahlah dengan mulut. Jika kamu tidak sanggup maka cegahlah dengan hati, tapi merupakan bentuk selemah-lemahnya iman. Hadits ini menggambarkan bagaimana kekuataan dari sebuah kemungkaran. Sehingga ada tiga cara dalam memberikan perlawanan untuk mencegahnya.

Mendiamkan berbagai bentuk kemungkaran adalah pertanda lemahnya iman seseorang. Karena perintah pertama melakukan perlawanan itu harus dengan kekuatan atau kekuasaan. Namun sayangnya, pelaku kemungkaran itu lebih cenderung karena yang bersangkutan memiliki kekuasaan. Sehingga sekelompok orang yang memberikan perlawanan mesti berpikir panjang jika ingin melakukan perlawanan.

Dalam hidup bermasyarakat, tingkatan kelompok masyarakat sebenarnya bisa menjadi pilar utama melakukan perlawanan guna mencegah kemungkaran. Pemimpin masyarakat, Ulama, baru masyarakat umum. Jika ternyata yang dominan melakukan kejahatan, kezaliman dan perbuatan kemunafikan penuh tipuan adalah mereka yang memiliki kekuasaan dan jabatan, maka tokoh ulama hafus berasa digaris depan menjadi benteng memberikan perlawanan.

Dakwah itu mengajak ke jalan yang baik. Jika pemimpin yang melakukan penyimpangan, maka tugas para pendakwah mengingatkan dan menghentikannya. Masalahnya adalah ketika orang yang seharusnya menjadi pengingat, malah bergabung dalam kelompok yang melakukan kemungkaran, maka siapa lagi yang harus maju memberikan perlawanan. Masyarakat yang menjadi korban kebijakan, bersama elemn masyarakat lainnya, berkewajiban maju serentak untuk mengingatkan. Karena kejahatan yang dilakukan oleh pemimpin, jauh sangat besar dampaknya bagi masyarakat.

Diam bukan lagi jalan yang tepat menghadapi permasalahan tersebut. Bangkit menegakkan kebenaran adalah perintah agama yang tidak bisa diabaikan. Manakala semua orang memilih jalan ketiga, membencinya dengan hati, maka jangan berharap banyak pelaku kemungkaran akan berhenti melakukan kejahatannya. Setiap diri mesti bisa mengambil sikap, kalaupun tidak dengan kekuatan, maka semua harus bergerak menyuarakannya. Itulah bentuk nyata menyelamatkan negeri dari kehancuran. (Bersambung)

***

~~ Mendalo Mas, 210826 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post