Ketika Kabut Asap Bersahabat dengan Suhu Tinggi
Tantangan Hari ke-2421
#TantanganGurusiana-7
***
Kebakaran lahan, yang konon kata para pejabat disebuah negara, hanya heboh disosial media. Kenyataannya tidak demikian adanya. Itu katanya para petinggi dissbuah negeri. Lalu diaminlan oleh para penggaung setianya. Sembari menebar kebencian kepada mereka yang mengirimkan berita, karena memang kelompok ini menjadi korban kebakaran lahan dan berada sangat dekat dengan tempat kejadian.
Tidak jauh berbeda dengan sebuah pulau yang deteksi titik apinya sudah sangat mengkhawatirkan. Berbagai jenis penyakit pengirimg sebagai akibat dari kabut asap yang berbahaya, tapi masih dianggap hanya cerita dongeng pengantar tidur, lalu negara tetangga juga ikut merasakan dampaknya. Namun apa daya, rakyat jelata hanya bisa meratapi nasib dirinya yang tidak bisa berbuat banyak kecuali hanya dengan alat seadanya disertai dengan doa. Semoga semuanya segera berakhir.
Sebagai ilustrasi saja, biasanya jika sudah menjelang magrib, suhu udara sudah mulai turun. Bahkan pernah berada dititik yang lumayan dingin. Suhu lingkungan terdeteksi tidak lebih dari angka 30°C. Seringnya seperti suhu ruangan berAC yang sudah distel pada angka 27°C sampai 29°C. Tapi sekarang, dengan suhu yang masih sangat tinggi, disertai dengan kabut asap yang semakin tebal.
Apa yang dirasakan oleh rakyat kecil, memang sangat jarang dirasakan oleh kelompok masyarakat minoritas (sebut saja kelas menengah keatas). Mereka keluar rumah langsung masuk kendaraan full AC, turun didepan pintu utama tempat kerja, langsung masuk ruang berAC. Saat pulang, keluar pintu utama sudah menunggu kendaraan jemputan. Begitu sampai di depan rumah, keluar dari mobil sudah ditunggu dengan rumah yang tidak bisa dimasuki oleh debu, apalagi asap kebakaran hutan. Karenanya rumahnya juga dengan fasilitas full AC.
Rakyat kecil hanya bisa bertahan ditengah keterbatasan. Sembari memanjatkan doa, kapan musibah dan bencana ini berakhir. Dibeberapa tempat sudah mulai melaksanakan shalat minta hujan. Jadi ingat dengan ceramah salah seorang ustadz dalm kegiatan yang sama. Bagaimana Allah akan menururnkan hujan, jika pejabat disebuah negeri terus menerus melakukan maksiat, menipu rakyatnya, kemudian jauh dari nilai-nilai agama. Jika ingin semuanya berubah dan anugerah dari langit diturunkan ke bumi. Maka yang harus berbenah terlebih dahulu itu adalah pejabatnya. Bukan rakyatnya.
Begitulah yang kini dirasakan oleh rakyat kecil. Sekecil apapun musibah dan bencana yang terjadi, tetap saja mereka menjadi yang terdepan terkena dampaknya. Sudah waktunya kita berbuat dan bersama-sama menyuarakan, agar tegaknya keadilan demi kemaslahatan rakyat kedepannya. Semoga.
***
~~ Mendalo Mas, 300826 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
