Pulang Malam dengan Suhu 37C
Tantangan Hari ke-2407
#TantanganGurusiana-7
***
Suasana lingkungan yang semakin menegangkan. Bukan karena banyaknya berita "begal" atau tingginya tingkat kriminal disuatu tempat. Tapi selama dua bulan terakhir, bumi semakin gersang, rerumputan yang sudah meringis merindukan turunnya air hujan dari langit. Sayangnya, sampai tadi malam air hujan yang sangat diharapkan belum menampakkan diri untuk hadir ke bumi.
Selain tidak ada tanda-tanda tersebut, di komplek perumahan sudah ditunggu dengan ketidakhadiran air PAM. Sudah lebih dua minggu air PAM yang sumbernya gratis dari sungai Batanghari, tidak hadir ke rumah para pelanggannya. Mau teriak kemana jika sudah demikian yang terjadi. Selalu rakyat kecil yang menjadi korbannya. Untungnya dirumah sudah tidak lagi menggunakan air dari perusahaan daerah tersebut. Lebih baik memaksimalkan kerja air sumur di sepan rumah.
Biasanya saat berada di rumah, pintu depan selalu terbuka, selain memberi tanda bahwa yang punya rumah sedang berada di rumah. Sekarang sudah tidak bisa lagi melanjutkan kebiasaan tersebut. Debu yang seolah tanpa kompromi hadir memenuhi ruangan. Entah darimana datangnya. Walaupun sang angin tidak memiliki KTP setempat, tapi tetap saja dia hadir menyesakkan pernapasan warga.
Duduk manis di rumah jauh lebih baik. Jika banyak rumah dengan kondisi kipas angin dan pendingin ruangan lainnya (sebut saja AC), hampir bisa dipastikan nyala sepanjang hari, tapi tidak dengan di rumah. Karena memang untuk yang namanya AC tidak boleh ada di rumah. Kipas angin saja, hanya digunakan saat ada tamu dan atas permintaan tamu, barulah yang namanya kipas angin dinyalakan.
Ternyata, saat berada di luar rumah baru bisa dirasakan bagaimana suhu bumi di sekitar lingkungan tempat tinggal. Sepulangnya dari kota Jambi, saya kembali melanjutkan perjalanan ke rumah. Alat deteksi suhu menunjukkan angka 37°C. Jika itu siang hari, sepertinya tidak akan membuat saya kaget. Karena pernah suatu waktu, detektor suhu menunjukkan angka 39°C. Ketika malam hari, jam menunjukkan pukul 20.15. Detektor suhu mencatat angka yang fantastis 37°C, ini sangat perlu diwaspadai.
Semoga air hujan yang sudah hampir satu bulan belum menunjukkan tanda-tanda akan turun, segera memberikan harapan yang membuat penggemarnya tersenyum. Bukan apa-apa, selain rumput dilapangan sekolah sudah menguning dan malah terlihat seperti baru habis kebakaran, juga debu yang sudah tidak sehat lagi menuju ke rumah warga. Apalagi saat mengendarai sepeda motor, terlihat sepanjang perjalanan dihiasi oleh debu yang beterbangan.
***
~~ Mendalo Mas, 160826 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
