(Bukan) Motor Biasa
Tantangan Hari ke-2428
#TantanganGurusiana-7
***
Bagi penggemar motor antik, melihat gambar seperti dalam ilustrasi gambar di atas, otaknya bisa traveling kemana-mana. Bukan karena membuka kembali kenangan masa lalu, tapi berpikir bagaimana merayu yang punya kendaraan agar berkenan melego (menjual) kendaraan tersebut kepada dirinya.
Saya pernah mengalami hal yang sama. Namun jenis/merk kendaraannya berbeda. Pada kesempatan terbatas ini, sekadar mengingatkan dan mengenalkan budaya di kampung saya. Bahwa apapun jenis kendaraannya (sepeda motor), semuanya tetap ada kata Honda didepannya. Sebut saja Honda, Honda Suzuki, Honda Yamaha dan Honda Kawasaki.
Nah, yang pernah saya miliki adalah motor Yamaha edisi terbatas pada masanya (sebut saja Yamaha RX. King Cobra). Jangan ditanya daya jelajahnya. Jika Mas Valentino Rossy bisa memacu dengan kecepatan tinggi di lintasan balap, saya justru sebaliknya. Memacu kendaraan tersebut (King Cobra) di jalan raya. Jarak dari SMAN 4 Muaro Jambi menuju Pijoan, lebih kurang 120 km. Saya bertolak dari SMAN 4 MJ pukul 10.40. Dengan satu penumpang dibelakangnya, saya sampai di Pijoan pukul 11.45. Artinya jarak 120 km tersebut saya tempuh hanya dalam waktu 1jam 5 menit.
Selanjutnya, pada kesempatan berbeda, saya masih mengendarai kendaraan yang sama, jarak tempuh lebih kurang 15 km, bisa saya tempuh dalam waktu 7 menit. Kira-kira, dalam kondisi jalanan lumayan ramai saat jamaah baru bubar dari shalat jumat, tetap bisa melaju dengan kecepatan yang sungguh diluar nalar.
Demikian juga dengan motor Astrea Grand 97. Pada satu waktu, rekan sesama guru menitipkan motornya untuk saya bawa pulang kampung. Dengan tujuan, agar saat liburan sekolah, teman saya tidak mengalami kendala terkait transportasi. Jangan ditanya berapa jarak tempuh dari Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari menuju Danau Kerinci Kabupaten Kerinci. Jam 06.00 bertolak dari pertigaan Muara Tembesi, lalu sejenak mengisi bahan bakar di SPBU Sarolangun sekitar pukul 08.00.
Entah bagaimana ceritanya, saya mampu mengendarai Astrea Grand 97 tersebut dengan kecepatan yang luar biasa. Jarak tempuh lebih kurang 300 km, saya tempuh hanya dalam waktu 6 jam 20 menit. Akan Mas Rossy bisa menandingi kegilaan saya tersebut di jalan raya. Yang jelas, sepanjang perjalanan, kendaraan umum dibuat terkejut dengan fenomena unik tersebut.
Satu hal yang pembaca harus ingat, bahwa semua kisah di atas sangat tidak baik ditiru. Bukan apa-apa, karena selain membahayakan diri sendiri, juga bisa membahayakan orang lain. Jadi hendaklah kita bijak berkendaraan, jangan sampai melanggar rambu lalu lintas, apalagi menyalakan sein kiri tapi beloknya ke kanan, sebaliknya sein kanan beloknya ke kiri.
***
~~ Mendalo Mas, 060926 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
