Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
'Mendadak' Khatib
Ilustrasi gambar: ChatGPT

'Mendadak' Khatib

Tantangan Hari ke-2441

#TantanganGurusiana-7

***

Sebenarnya tidak ada yang aneh saat berangkat menunaikan shalat Jumat hari ini (18 September 2026). Setelah melihat jam dinding menunjukkan waktu berangkat ke masjid, saya bergegas mengeluarkan motor matic kesayangan, motor yang dikenal dengan slogannya "selalu di depan" ditambah lagi sosok yang membintangi iklan tersebut juga buka kaleng-kaleng, siapa orangnya? Ya jelaslah, Bang Komeng dan Uda Rosi.

Namun bukan itu bahasan utamanya. Karena motor matic tadi hanya alat, memudahkan perjalanan saya hari-hari ke masjid. Terutama untuk subuh pagi. Jika dalam kondisi tertentu, saya juga berjalan kaki menuju Masjid Al Ikhlas. Seperti hari jumat ini, saya ke masjid seperti jadwal sebelum-sebelumnya. Berangkat dari rumah rata-rata lima belas menit sebelum masuk waktu azan pertama, tepatnya sebelum pengurus masjid berdiri mengumumkan petugas jumat, mulai dari khatib dan imam, lalu bilal dan mu'azin.

Bisa dibayangkan, jika datang ke masjid saat imam sudah berdiri di mimbar membaca khutbah. Hampir belum pernah terjadi, jika bukan karena alasan sedang dalam perjalanan, saya tetap mengusahakan bisa menunaikan ibadah shalat jumat. Jika tidak, maka dengan sangat terpaksa shalat zuhur dijamak dengan ashar. Kebiasaan hadir jauh lebih awal, membuat banyak hal bisa dilakukan. Terutama amalan sunnah selama di dalam masjid, sebelum azan berkumandang dan imam menuju mimbar untuk menyampaikan khutbah.

Hari ini, entah bagaimana ceritanya, saat saya sedang menuntaskan ibadah sunnah di masjid, salah seorang pengurus masjid menemui saya, untuk siap bertindak sebagai khatib, jika nanti setelah para jamaah selesai shalat sunat sebelum azan kedua dikumandangkan, maka sayalah yang bertindak sebagai khatib dan imam. Sampai pada waktu yang sebelumnya disampaikan, akhirnya saya maju mengambil AlQuran dan Tafsir, sebagai panduan ayat yang akan saya pilih sebagai tema khutbah dadakan tersebut.

Bukan kaget dan lalu menjadi gugup yang saya takutkan, tapi mata yang sudah berada pada kondisi plus dua koma lima, bahkan hampir mendekati angka plus tiga, tidak saya bawa serta saat ke masjid. Terbayang sudah kesulitan saya membaca ayat-ayat AlQuran dan terjemahannya. Untungnya semua berjalan sesuai rencana. Ternyata mendadak khatib sekaligus imam itu seru juga. Buktinya, hari ini, Jumat 18 September 2026, saya mampu menuntaskannya tanpa "cidera" yang berarti. Terima kasih Ya Allah atas karunianya.

***

~~ Mendalo Mas, 190926 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post