Museum Sriwijaya Dharmakirti
Tantangan Hari ke-2434
#TantanganGurusiana-7
***
Jumat, 11 September 2026. Menjadi hari yang spesial, bukan karena hari Jumat merupakan hari yang dimuliakan, tapi juga menjadi hari kunjungan sesi kedua Pendidik dan Tenaga Kependidikan di sekolah, setelah satu hari sebelumnya sesi pertama yang berkunjung kesana.
Saya tidak sedang membahas fasilitas Museum yang keren tersebut, konon ceritanya museum ini dibangun pada era Menteri Pendidikan, Mas Nadiem masih menjabat. Beliau yang memulainya dalam rangka revitalisasi bangunan bersejarah yang ada di komplek percandian Muaro Jambi, yang konon katanya merupakan komplek percandian terluas di Asia Tenggara.
Nah, bahasan hari ini lagi-lagi bukan tentang museum tersebut. Tapi bagaimana kita bisa belajar dari sejarah dengan cara yang bijaksana tanpa ada nilai yang disembunyikan dari kebenaran sejarah itu sendiri. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu sejarah negerinya, dengan berbagai macam kondisi dan suasana yang ada didalamnya.
Sebuah negeri akan dikenang dan diingat, apapun yang menjadi hiasanya sejarahnya. Bukan menghilangkan bagian tertentu, lalu menonjolkan bagian yang lain. Upaya ini dilakukan dalam rangka mengaburkan sejarah. Apalagi jika terkait dengan hal yang kurang baik dengan sosok/pelaku sejarah. Upaya yang dilakukan dalam mengaburkan sejarah, cepat atau lambat pasti akan terbongkar juga.
Mari sejenak kita luruskan kaki, lalu duduk dengan tenang sembari menikmati kopi hitam tanpa pemanis buatan. Sejarah negeri ini mengalami pasang surut yang luar biasa. Ada upaya beberapa pihak yang ingin mengaburkan dan menghilangkan dosa sejarah seorang tokoh, lalu menonjolkan sisi yang lain. Harus diingat, bahwa manusia itu makhluk multidimensi, bukan pasfoto yang hanya terlihat depan, tapi menutup diri dari pandangan belakang dan samping serta bagian bawah dan atasnya.
Semakin kuat upaya pengaburan sejarah, semakin kentara pula maksud dan tujuan tersebut terlihat dan terbaca oleh masyarakat yang peduli dengan sejarah. Apalagi bagi mereka yang kenal dengan pelaku sejarah. Saya kebetulan diuntungkan karena sempat mengenal salah satu sosok anak kandung dari pelaku sejarah. Bagaimana ia menceritakan ketidakadilan yang dirasakan oleh putra-putri pahlawan/pejuang negeri ini. Ada upaya mengaburkan peran penting orang tuanya dalam sejarah negeri ini. (Bersambung)
***
~~ Mendalo Mas, 120926 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
