Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Berbagi Cerita di Ash Shiddiiqi
Ilustrasi gambar: ChatGPT

Berbagi Cerita di Ash Shiddiiqi

Tantangan Hari ke-2469

#TantanganGurusiana-7

***

Bercerita tentang kisah perjalanan sebuah sekolah, ada satu tempat yang paling sering saya ulik dan bahas. Bukan karena ingin validasi atau sejenisnya. Tapi lebih karena sebagai sekolah baru, tapi santri/santriwatinya telah berhasil melakukan yang terbaik. Sebagai orang tua santri, tentu saja keberhasilan ini menjadi sesuatu yang sangat istimewa. Santri generasi awal telah membuka jalan bagi lahirnya prestasi tersebut. Sebagai sekolah berasrama, tentu saja ada banyak aktivitas yang memudahkan santri berkembang menjadi lebih baik dan optimal.

Seiring waktu, santri/santriwati sekolah ini terus memberikan kontribusi terbaik bagi sekolah dan masyarakat sekitar, serta bagi pemerintah daerah. Bagi santri/santriwati kelas 9 dan kelas 12, ada satu kegiatan yang wajib diikuti, kegiatan tersebut mirip seperti Kuliah Kerja Nyata bagi mahasiswa. Sekolah (Pondok Pesantren Ash Shiddiiqi) memberi nama kegiatan tersebut adalah Khidmah. Kegiatan pengabdian yang dilakukan santri kepada masyarakat sekitar. Mereka juga harus menginap di rumah penduduk yang dijadikan sebagai posko.

Kalau ditanya soal prestasi, santrinya sudah memenangkan berbagai lomba. Sebut saja lomba tahfidz tingkat Sumatera, santrinya berhasil meraih juara. Serta ada banyak lomba yang mereka ikuti dan mampu meraih posisi sebagai juara. Perjalanan yang tidak mudah ini, menjadi bagian dari kisah yang saya ungkapkan kembali dalam sebuah kegiatan bersama ustadz/ustadzah di sekolah.

Saya hadir bukan mengajar, tapi berbagi cerita tentang Giat Literasi. Mengingat ada sangat banyak prestasi, kemudian kisah para aktor dibelakang layar (tentu saja para ustadz dan ustadzah), yang tidak pernah lelah memberikan bimbingan yang terbaik bagi anak-anaknya. Jangan ditanya bagaiman lelah tersebut bernilai ibadah disisi Allah. Namun bukan berarti kontribusi tersebut dibiarkan begitu saja. Apresiasi dari pihak sekolah juga sangat luar biasa.

Rabu, 14 Oktober 2026, menjadi catatan spesial bagi saya. Bukan tanpa sebab, sebagai orang tua santri maupun sebagai sesama rekan guru, akan terus beekontribusi bagi kemajuan sekolah. Maka salah satu kegiatan yang kedepan bisa menghasilkan karya, dimana karya tersebut akan dikenang sebagai bagian dari perjalanan sekolah ini. Giat Literasi, mencoba mengambil bagian penting didalamnya. Bagaimana kisah perjuangan ustadz dan ustadzah membimbing santrinya, lalu berhasil meraih prestasi, itu semua bukanlah hal mudah.

Kini semua lelah itu terbayar sudah dengan capaian prestasi yang luar biasa. Ketika keberhasilan tersebut hanya menjadi cerita yang tidak dibukukan, maka dimasa depan dikhawatirkan kisah tersebut akan hilang. Kegiatan Literasi (Kelas Menulis) mencoba mengubah kisah yang selama ini hanya cerita, menjadi buku terbaik yang akan selalu dibaca dan tertata dengan rapi di rak Perpustakaan Sekolah. Sang penulisnya boleh berada dimana-mana, tapi karyanya akan selalu abadi dan akan terus dibaca oleh lintas generasi. Insya Allah.

***

~~ Mendalo Mas, 161026 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post