(Bukan) Hanya tentang Tabebuya
Tantangan Hari ke-2467
#TantanganGurusiana-7
***
Pada edisi tulisan ke-2454 tanggal 01 Oktober, saya menuliskan cerita tentang Tabebuya yang berbunga di Ash Shiddiiqi, bertepatan dengan tanggal penuh sejarah. Dimana sebuah negeri yang berhasil diselamatkan atas izin Allah. dari pemberontakan yang dilakukan oleh PKI, membunuh banyak jenderal, tapi diluar perkiraan mereka, semuanya gagal. Begitulah kisah kelam yang tercatat didalam perjalanan sejarah negeri tersebut.
Lalu apa kaitannya dengan tulisan yang dimuat pada tanggal tersebut? Tentu saja ada. Karena keindahan Tabebuya yang sedang berbunga lebat, diharapkan menjadi pijakan sejarah bagi santri dan santriwati, serta semua komponen di sekolah, bahwa keindahan itu lahir dari harmonisasi kehidupan. Sebuah harapan dan doa, agar kedepan yang mereka dapatkan adalah kesuksesan.
Ditengah kabut asap yang sedang melanda, tiba-tiba hadir Tabebuya yang keindahannya sejenak bisa membuat kita jadi lupa, bahwa kabut asap yang sudah membuat dada semakin sesak, musibah yang sudah berbulan-bulan seolah tanpa jeda, lalu menguap bersama keindahan Tabebuya. Jika kita sejenak telaah, ternyata keindahan alami tanpa polesan, tetap bisa dinikmati dengan senang hati. Berbeda dengan keindahan yang diawali dari pencitraan, pasti akan hilang bersama cercaan.
Di sebuah Pondok Pesantren, tempat dimana sekumpulan Tabebuya sedang berbunga, memberi sinyal kepada semua pihak, bahwa kindahan dan keselarasan yang didasari karena kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, menjaga apa yang dulu sebelum Baginda Rasulullah wafat, pesan beliau kepada para sahabat dan ummatnya, jika ingin selamat, maka peganglah dua hal, jika kita berpegang teguh pada dua hal tersebut, Insya Allah pasti selamat.
Apakah hubungan kedua pesan Rasulullah tersebut dengan Pondok Pesantren. Disinilah tempat dimana kedua amanah Rasulullah itu diajarkan. Pondok Pesantren Ash Shiddiiqi, menjadi salah satu bagian dari sekian banyak Pondok Pesantren, mengajarkan para santrinya menghafal AlQuran dan Hadits/Sunnah. Apalagi melihat kondisi terkini, maka hanya dengan berpegang teguh kepada AlQuran dan Sunnah Nabi, maka kita semua menjadi terselamatkan.
Tabebuya hanyalah sebuah ilustrasi dari sebuah keseimbangan dan ketulusan serta keikhlasan. Keindahan Tabebuya membuat hati kita tenang, pada waktu yang sama bunga tersebut perlahan berguguran, tapi setiap jatuhnya bunga tersebut, selain bagian dari regenerasi, juga bukan sebuah kesia-siaan, karena setiap bunga yang gugur menjadi pupuk yang menyuburkan.
Tentu saja Ash Shiddiiqi sebagai sebuah lembaga pendidikan, telah melahirkan keindahan Tabebuya melalui santri/santriwatinya. Bukan untuk sebuah pencitraan, tapi sebuah harapan bagi semua. Ketulusan berbuat dan berbagi, telah melahirkan generasi hebat para penghafal AlQuran. Insya Allah juga nantinya mereka akan menjadi generasi yang tidak hanya hafal, tapi juga generasi yang istiqamah mengamalkannya.
Sekolah yang dari hitungan umur, masih sangat belia. Tapi jangan ditanya bagaimana lulusannya. Sebut saja Al Azhar Cairo, alumninya sudah puluhan orang melanjutkan studi disana, kemudian sudah membuka jalan bagi alumni yang ingin berjaya di Turki. Lalu di dalam negeri? Jangan ditanya keberhasilnya. Sudah meluluskan alumni dibanyak Perguruan Tinggi, hampir semua jurusan/program studi mereka juga berjaya. Sebut saja Kedokteran, Teknik, dan lain sebagainya. Ternyata anak-anak penghagfal AlQuran sungguh luar biasa. Itu salah satu bukti keberkahan dari menghafal AlQuran.
***
~~ Mendalo Mas, 141026 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
