Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
(Bukan) Sahabat Biasa
Ilustrasi gambar: ChatGPT

(Bukan) Sahabat Biasa

Tantangan Hari ke-2459

#TantanganGurusiana-7

***

Saya menyebutnya bukan sahabat biasa. Ini tentang kisah perjalanan dua anak manusia, ditakdirkan bertemu dalam sebuah kampus yang sama dan jurusan yang sama. Terlahir dari keluarga dan suku yang berbeda pula. Namun takdir bercerita lain. Kita menjadi keluarga yang kompak, bukan tanpa sebab. Tapi karena merasa memiliki nasib yang "mirip" sama.

Saya memangilnya Uda Ajo Ali dan Uda Zef. Kami bertiga berada di jurusan yang sama dan kelas yang sama. Kebetulan angkatan kami Fis'93 terdiri dari tiga kelas. Fis93 A, B dan C. Saya, Uda Ajo Ali dan Uda Zef berada di kelas yang sama, Fis'93 C. Sedangkan banyak teman yang lain ada di kelas Fis'93 A dan B. Bukan berarti saya tidak dekat dengan teman-teman yang lain, namun khusus dua nama di atas memang berbeda.

Kita saat kuliah penuh sampai sore, biasanya kita ngumpul bersama dikosannya Uda Ajo. Soal nasi, menjadi urusan Uda Ajo, sedangkan lauknya, saya dan Uda Zef yang iuran, andaikan kurang, maka kekurangannya menjadi urusan Uda Ajo. Hari-hari kita lewati dengan cara yang sama. Tidak mengajak teman yang lain, bukan karena tidak enak hati.

Hanya saja, dari semua Mahasiswa angkatan 93 Fisika, sepertinya hanya kita bertiga yang secara ekonomi memang masih kalah jauh dari teman yang lain. Berangkat dari sanalah, saya, mengajak Uda Zef dan Uda Ajo memikirkan apa yang bisa kita lakukan, guna mengatasi kekurangan tersebut. Kalau soal belajar di kelas, secara umum tidak ada masalah. Apalagi selama satu tahun alias dua semester kita sama-sama mengikuti Tahun Pertama Bersama (TPB), dengan kurikulumnya mengikuti standar kurikulum TPB Institut Teknologi Bandung (ITB).

Didasari oleh rasa dan kekurangan yang relatif sama, membuat saya dan kedua teman memilih selalu bersama. Bukan tanpa sebab, jika harus mengikuti cara yang ditempuh oleh teman-teman yang lain, tentu saja tidak akan sanggup. Jajan dan makan di dikantin sambil menunggu jadwal kuliah setelah zuhur, lebih baik masak bersama di rumahnya Uda Ajo dan lauknya dengan uang terbatas, masih bisa dinikmati dengan lezat. Padahal dengan harga lauk yang dibeli hanya tiga ribuan sampai lima ribuan, bisa dinikmati untuk tiga orang dan sekaligus untuk makan siang dan makan malam. (Bersambung)

***

~~ Mendalo Mas, 061026 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post