Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Catatan Ringan (Bagian 25)
Ilustrasi gambar: ChatGPT

Catatan Ringan (Bagian 25)

Tantangan Hari ke-2473

#TantanganGurusiana-7

***

Mengambil tuah pada yang menang, itulah kalimat bijak yang bisa dijadikan pegangan. Ini berangkat dari perjalanan yang sudah terjadi. Melihat apa yang dialami, maka tidak ada kata penyesalan, justru yang muncul adalah semangat perubahan. Bahwa tidak boleh mengulang kesalahan yang sama, karena akan melemahkan langkah kedepan.

Dari dialog saat bersama dengan kakak senior, seorang komandan Batalyon Resimen Mahasiswa. Banyak hal yang saya dapatkan. Ternyata kisah perjalanan beliaupun, tidak seindah yang dilihat oleh teman-temannya. Karena orang hanya melihat apa yang tampak. Tidak pernah tahu bagaimana keadaan yang sebenarnya.

Karena bertemu dengan sosok yang seirama, maka pertemuan yang awalnya dianggap mengerikan, berubah menjadi kegiatan berbagi kisah dan pengalaman. Saya juga mengalami banyak hal, yang menurut kakak senior tersebut tidak jauh berbeda dengan dirinya. Maka pesan dan nasihat yang disampaikan juga mengalir apa adanya. Saat banyak mahasiswa menikmati fasilitas mewah, karena berasala dari keluarga kaya, saya harus berjuang melawan keterbatasan ekonomi. Namun tidak membuat semangat untuk kuliah menjadi menurun.

Seperti yang pernah diungkapkan pada episode sebelum-sebelumnya, saya bersama Uda Ajo, Uda Zefri, harus iuran untuk sekadar membeli lauk untuk makan. Lalu secara bergiliran membawa apapun dari rumah yang bisa dinikmati bersama. Menjadi ingat pesan senior tadi, semakin banyak kemudahan yang diberikan oleh orang tua, biasanya ssmakin lemah dan manja anak tersebut. Karena tidak terbiasa dilatih menghadapi kerasnya kehidupan.

Perdebatan yang pernah dialami saat berstatus sebagai mahasiswa baru, tidak serta merta menjadi ajang "balas dendam" pada generasi berikutnya. Sebagai pribadi, maupun menjadi bagian dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Fisika, saya selalu memberikan pandangan yang sedikit berbeda dengan teman-teman yang lain. Menjadi contoh itu jauh lebih berat dari memberi contoh. Jika ingin adik kelas alias mahasiswa baru menyoncotoh kita, perlihat hal yang baik yang menjadi perbuatan keseharian kita, maka mereka akan melakukan hal yang sama. (Bersambung)

***

~~ Mendalo Mas, 201026 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post