Harga Sebuah Ketulusan
Tantangan Hari ke-2455
#TantanganGurusiana-7
***
Melihat fenomena yang banyak berkembang dalam pergaulan, ada hal-hal tertentu yang menarik dijadikan catatan khusus. Ditengah euforia "mencari muka" atau mengamankan sesuatu yang menjadi target yang ingin dicapai, tidak jarang kita mengorbankan sosok yang tulus dalam melakukan banyak hal.
Ketulusan dan keikhlasan, selalu berjalan seiring. Sehingga orang yang berada pada posisi tersebut, sering menjadi korban. Ia tidak akan memberikan perlawanan atas perlakuan yang ia dapatkan. Sosok seperti ini, tidak akan mau membalas keburukan yang ia dapatkan dengan melakukan cara yang sama. Ia lebih memilih diam atau menjauhkan diri dari perbuatan yang merugikan dirinya sendiri.
Sosok penuh ketulusan, biasanya lebih sering dimanfaatkan orang lain, apalagi yang memiliki maksud terselubung. Setelah keinginannya tercapai, biasanya orang yang tulus memberikan pertolongan akan ditinggalkan. Tidak jarang dijadikan "kambing hitam" atas sebuah kegagalan. Anehnya, sosok yang penuh ketulusan tersebut tidak memberikan perlawanan. Diam dan menjaga jarak adalah tindakan yang ia lakukan.
Ketulusan dan keikhlasan tak bisa dibeli dengan angka berapapun. Berbeda dengan seorang oportunis. Ia memang melakukan sesuatu dengan hitung-hitungan tertentu. Jika ia berhasil, berapa harga yang dapat diberikan, kalau gagal itu sebuah resiko yang harus ditanggung bersama. Namun tidak demikian dengan seseorang yang tulus. Tidak ada dalam kamus hidupnya untuk mencari keuntungan dari tindakan yang ia lakukan. Itulah kenapa, ada banyak orang baik akhirnya menjadi korban "kebusukan" kelompok oportunis.
Dari banyak kejadian, sosok yang penuh ketulusan dan keikhlasan, masih tetap diperlukan oleh masyarakat. Mereka yang menginginkan kedamaian, biasanya akan memilih bergabung dengan orang yang tulus. Karena tidak ada resiko terkait keburukan. Jika menjadi korban, hampir bisa dipastikan pelakunya adalah mereka yang sekadar memanfatkan kebaikannya, lalu setelah apa yang ia inginkna sudah tercapai, maka sosok yang penuh ketulusan tadi akan ditinggalkan.
***
~~ Mendalo Mas, 021026 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
