Berkat Siang
Percayakah, bahwa kita sering mendapatkan berkat yang tak terduga? Karena kurang jelinya mata hati kita, sering berkat terlewatkan begitu saja. Kita ga sadar ada berkat yang tertuju untuk kita.
Ini kejadian minggu lalu sebelum Sumatif Akhir Tahun. Salah seorang siswa perwalian saya, tampak sakit. Saat morning devotion sudah lesu dan lemas. Saya cek, badannya panas. Saya bilang, kalau sakit ga usah masuk to, Nak. Tapi dia jawab, ada ulangan jam pertama.
Ok, dia ikut ulangan lantas ijin pulang. Tentu saya ijinkan. Sesuai SOP, saya hubungi ortu untuk menjemput anaknya di sekolah. Siswa saya kirim ke UKS, buat rekomendasi, dan minta surat ijin dari Waka Kesiswaan.
Info dari UKS, siswa akan dijemput sopir antar jemput (Anjem). Saya melarangnya, karena ga diperbolehkan. Menurut regulasi sekolah, siswa pulang cepat dengan alasan apapun, harus dijemput orang tua.
Saat sopir Anjem telpon, saya melarang membawa siswa tersebut. Dia marah-marah, ngomong ga karuan. Yang pasti bikin merah telinga. Santuy aja, saya bilang, “Maaf Pak, ini regulasi sekolah. Saya tahu orang tuanya. Biar mereka yang jemput.” Saya dapat berkat lagi, kan? Semoga saya jadi orang yang sabar. Salam bahagia.
Sby200525
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan