Pendidikan Karakter
Pasca Penilaian Sumatif Akhir Tahun, sekolah mengadakan liga antar kelas. Lomba yang digelar diantaranya basket, futsal, voli, catur dan mobil legend (ML). Dua lomba yang terakhir harus menggunakan gawai. Seluruh siswa nampak antusias mengikuti, tak kecuali anak wali saya, kelas 81.
Meski lomba hanya untuk mengisi waktu, namun pendidikan karakter tetap harus diperhatikan. Seperti yang terjadi di kelas 81. Saat lomba berlangsung, saya berada di ruang guru, beresin nilai rapor. Tiba-tiba datang dua siswa kelas 81 dengan muka mau nangis, beri laporan. Kemenangan Ml-nya di dis panitia, katanya. Kenapa? Sambil mata berkaca mereka jawab, “Gak boleh pake tablet (tab), pada hal awal saya tanya panitia boleh pake tab.” Mereka meminta bantuan saya untuk komplain kepada panitia. Tentu saya tolak.
Saya ajak omong pelan-pelan. Aturannya harusnya gimana? Sudah diinfo aturannya atau belum? Kalau boleh pakai tab, siapa panitia yang ijinin, konfirmasikan. Saya minta mereka selesaikan masalahnya sendiri dengan ngomong baik-baik dan bijak dengan panitia. Tak lupa saya pesan, kalau memang keputusan panitia dinyatakan kalah, legowo saja. Tunjukin kamu pribadi yang gentlemen dan tetap semangat. Mereka hanya mengangguk dan pergi.
Siang hari, ada kabar via grup kelas. Kemenangan mereka ga jadi di dis. Wow, mereka seneng banget. Saya tanya, kok bisa? Mereka bercerita, ikut apa yang saya katakan. Puji Tuhan. Mereka bisa belajar tentang karakter dan sikap. Salam bahagia.
Sby060525
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
