Diam
Apakah orang yang pendiam itu baik? Tergantung. Pendiamnya tentang apa? Banyak orang yang diam pada hal tertentu. Diam terhadap masa lalunya, diam apa keputusannya, diam ga peduli orang lakuin apa, macem-macem pokok’e. Ada yang diam menguntungkan atau merugikan orang lain. Ada diam yang menguntungkan atau merugikan diri. Semua ada konteksnya.
Ada pula yang diamnya seseorang bikin gemes. Apalagi bagi orang yang diam karena pelit info. Sesuatu yang seharusnya diinfokan, dipendem sendiri. Kalau untuk diri, ok saja. Tapi kalau itu melibatkan kepentingan orang lain dan bikin rugi? Ya, ga masalah sih. Bukan salah dia juga. Tapi gimana yaa… .
Sering terjadi di tempat saya. Sebuah info yang harusnya diberikan orang lain, dia tutup mulut. Saat yang bersangkutan kebingungan dan masalah gagal teratasi, dia cuek bebek. Setelah masalah berakhir, dia bilang.” Oh, aku tahu itu.” Hmm… gemesin. Bukan kali pertama dia demikian. Entah apa tujuannya. Supaya dianggap yang tahu duluan? Dianggep paling tahu? Yang pasti, dasarnya pelit info. Itu kesimpulannya. Adakah rekan seperti itu di tempat Bapak Ibu. Tetep sabar, yaa. Salam bahagia.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
