Les Online
Dulu selain mengajar di sekolah, saya memberi les privat bagi anak orang yang “Duitnya nganggur”. Saya bilang ngaggur, mungkin bingung mau habiskan duitnya. Anak ga ada masalah, kok diberikan les privat. Nganggur kan? Saya sih ok saja. Hehe… .
Sejak Covid -19 melanda, saya sudah berhenti memberi les privat. Bukan ga mau, tapi situasi ga memungkinkan. Sekarang kondisi mulai membaik. Les privat mulai digalakkan lagi, meski ga sebanyak dulu. Maklum tenaga sudah berkurang banyak. Kalau ada yang datang ke rumah, akan lebih ok.
Kemarin, saya ditelpon orang tua siswa. Katanya tahu nomor saya dari teman guru sekolah. Beliau minta saya memberi les privat buat putranya, tapi online. Lah, kenapa harus online? Kan lebih enak onsite? Usut punya usut, posisi putranya tidak di Indo, tapi di Manila. Alamaaak… .Anaknya terdaftar sebagai siswa di Surabaya, dengan pembelajarannya hybrid.
Saat saya ditanya tentang fee, saya bingung jawabnya. Pada hal orang tua tersebut bilang, saya suruh sebutin saja. Hayoo, enaknya saya minta berapa … . Haha… . Salam bahagia.
Sby250725
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
