Wali Kelas
Ada yang bilang,”Jadi Walas itu enak. Sering dapat hadiah dari wali murid.” Yang ngomong ini orang yang sirik atau apa, ya? Ga semua wali murid tuh murah hati. Yang pelit banyak. Bahkan yang bikin gemess juga banyak. Mungkin yang ngomong belum pernah jadi Walas, kalee… .
Memang sih ada wali murid yang beri bingkisan, tapi itu kadang-kadang aja. Itupun seringkali berupa makanan. Akhirnya kita bagi rame-rame di ruang guru.
Ini pengalaman jadi Walas yang saya alami hari ini. Bikin ga nyaman banget, pokok’e. Ada intruksi dari atas, bagi siswa yang tidak melanjutkan ke SMA milik perhimpunan dianggap mengundurkan diri. Orang tua harus buat surat pernyataan tentang hal tersebut. Ada beberapa orang tua dari wali saya yang agak sulit diajak kompromi. Saya diuber sekolah untuk minta surat ke orang tua. Nah, orang tua ga kooperatif. Dengan alasan satu dan lain hal, endingnya ga mau buat suratnya.
Yang bikin gemes, alasannya ga enak banget. Katanya itu kepentingan perhimpunan dan saya mengada-ada. Dia sudah lapor ke kantor pusat, katanya ga ada permintaan surat itu. Alamaak… Kerjaan sekolah sudah bikin dada sesek, ngapain juga mengada-ada kalau bukan instruksi dari atas?
Siapa tadi yang bilang jadi Walas itu enak? Kalau pas diperlakukan gini, enak? Gantiin saya doong… .
Sby060825
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
