Permanen
Namanya mengajar, kadang bikin kesel, gemes, hepi atau lainnya. Rasanya nano-nano pokok’e. Penyebabnya? Siapa lagi kalau ga siswa. Itulah romantikanya mengajar. Kalau perlu marah, ya sedikit saja, ga perlu sedikit-sedikit marah. Ntar siswa ga krasan belajar. Dibikin hepi aja. Ga pake marah aja, diajak belajar kadang susah, apalagi pake marah. Hm, bakal ga nyampe tujuan. Apalagi materinya matematika.
Kemarin saya mau bahas latihan di kelas pakai smart board. Lagi asyik jelasin, tiba-tiba LCD hilang sinyal. Ternyata, setiap beberapa menit, komputer sleep otomatis. Duh, mesti buka komputer dan masukin pass lagi. Beberapa kali demikian, akhirnya ada siswa yang bilang, “Pakai papan biasa aja, Miss. Itu ada spidol”
Dengan pedenya, saya ambil spidol dan menulis di whiteboard kelas. Saat mau edit tulisan, loh kok ga bisa dihapus? Duh, spidolnya permanen. Segera saya ganti spidol. Ada siswa yang menyerahkan spidol ke saya. Saya tanya,”Permanen?” “Bukan.”, katanya. Lanjut menulis lagi. Saat mau dihapus, loh kok ga bisa? Ternyata yang barusan saya pakai spidol permanen juga. Satu kelas tersenyum. Pada hal tulisan sudah penuh sepapan.
Ada spidol lain, ga? Oh, ada. Coba lagi, permanen juga. Kenapa di kelas ini banyak spidol permanen? Sebagai hadiah di akhir pembelajaran, mereka saya minta bersihkan tulisan spidol permanen di papan barengan. Hehe… .
Sby170925
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
