Kacamata
Berkacamata sudah menjadi hal yang biasa. Kalau dulu yang berkacamata hanya nenek dan kakek. Bisa juga ayah dan Ibu saat usianya sudah ga muda lagi. Hal tersebut terjadi karena memang kemampuan mata sudah berkurang. Sekarang? Jangankan yang tua, yang masih anak-anak saja, banyak yang sudah berkacamata. Eh, tapi berkacamata juga bikin gaya loh… .
Saya mulai berkacamata sejak usia empat puluhan. Saat melihat tulisan dengan jarak normal , ga jelas alias bureng. Periksa dokter, ternyata mata saya plus. Sejak saat itu saya memakai kacamata. Maksudnya hanya untuk aktifitas baca tulis saja.
Sekarang setiap aktifitas saya memakai kacamata. Bukan hanya giat baca tulis saja, memasak, menyapu, bersih-bersih juga pakai kacamata. So, yang namaya kacamata ada di tas mana aja. Di tas sekolah, tas ke gereja, tas buat healing, pokok tas yang sering dipakai, pasti ada kacamatanya. Di sekolah ada juga, buat cadangan kalau lupa membawa.
Meski seluruh aktifitas saya memakai kaca mata, masih ada aktifitas yang bisa saya lakukan tanpa pakai kacamata. Apa itu? Lihat duit dan orang cakep. Ga perlu kacamata. Dari jauhh… sudah jelas. Hahaha…. . Salam seroja.
Sby231025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
