Laron
Setelah kemarin hujan turun hingga malam, udara menjadi lebih dingin. Meski jalanan tergenang air saat siang, malam semua genangan sudah tak nampak. Gerimis masih bernyanyi hingga tengah malem, tidur lebih nyenyak.
Bangun pagi, buka pintu depan langsung didatangi segerombolan tamu tak diundang. Tamu datang berterbangan kemana-mana hingga memenuhi teras. Siapa lagi kalau bukan laron. Serangga yang muncul setelah hujan, sebagai bentuk dewasa dari rayap.
Entah dari mana datangnya, ada yang masih terbang ada yang sudah merayap di bawah. Ditelusuri, ada sarang laron di depan rumah, tepatnya di berem. Segera saja tutup pintu agar ga masuk rumah.
Berangkat sekolah, semua akses masuk laron ditutup, bahkan rongga bawah pintu diberi kain pel. Tujuannya agar laron yang merayap di bawah ga masuk ke rumah. Bukan hanya laron yang merayap di bawah pagi ini. Ada banyak cicak yang ikut turun ke jalan dan kadal yang juga ikutan hunting.
Jadi ingat waktu kecil di desa. Saat hujan turun sejak sore hingga malem, bisa dipastikan besok pagi akan berburu laron di ladang. Dapetnya lumayan banyak. Biasanya, laron diolah Simbah menjadi makanan yang gurih, peyek dan botok.
Bapak Ibu pernah mencoba makan lauk laron? Salam bahagia.
Sby061125
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
