Naik Bis
Sabtu pagi hujan gerimis melingkupi Surabaya. Hari ini libur. Ada kesempatan berkunjung saudara di Madiun. Tidak ada yang antar? Pergi aja sendiri naik angkutan umum.
Menembus rintik hujan, naik bronfit menuju Purabaya. Cari bis ekonomi aja, pengen tahu rasanya. Hehe... . Duduk manis sejak pukul 06.15, bis baru berangkat pukul 7.30. Alamaak... . Kapan nyampenya? Sabar aja. Economy class gitu loh. Nunggu penumpang penuh. Ga sampe penuh, diberangkatin aja. Bisa jadi karena banyak orang kini punya kendaraan pribadi. Bisa juga mereka pilih moda lain seperti kereta yang kini pelayanannya makin ok. Apapun alasannya, semua ada plus minusnya. Santai dan nikmati aja perjalanannya.
Tiba di tujuan pukul 11.30. Lama juga yaa. Sopirnya ga seperti sopir bis yang dulu bisnya pernah saya naiki. Sopir yang mengajak penumpangnya berdoa sepanjang jalan. Hehe... . Yang ini sopirnya ga ngebut-ngebut. Tapi... serobot lampu merah berulang kali. Duh, ngeri juga.
Pengalaman naik bis saat berangkat, membuat saya memutuskan naik bis patas saat pulang. Perjalanan hanya butuh dua jam. Aman, cepat, bayar dua kali lipat. Tetep puji Tuhan. Hepi bisa bertemu keluarga.Salam bahagia.
Sby011125
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
