Panggilan
Kadang panggilan kepada seseorang bisa bikin seneng, bangga, puas atau sebaliknya, bikin sensi. Itu sebabnya memanggil seseorang dengan panggilan yang bukan namanya harus hati-hati. Salah mengartikan panggilan, bisa ambyaaar… .
Bu Iyem lagi ngambeg sama suaminya. Ga mau bicara dan meladeni suaminya lagi. Pada hal, suami merasa ga ada masalah. Suami juga bingung, apa penyebab Bu Iyem ngambeg.
Usut punya usut, ternyata penyebabnya panggilan yang tak lengkap. Suami selalu memanggil Bu Iyem “Bun”. Panggilan indah namun ga disukai Bu Iyem. Kok Bu Iyem ga suka dipanggil “Bun”? Ya, karena ada temannya yang memberitahunya. Bu Iyem diminta waspada jika dipanggil “Bun” . Panggilan “Bun” ga selalu berarti Bunda. Bisa jadi itu kependekan “Buntelan” atau “Bunder”, mengingat badan Bu Iyem yang kini melar ga ketulungan.
Jadi kesimpulannya, bagi wanita yang badannya “Mbodi” maksudnya “Ombo gedhi” seperti saya, panggilnya harus lengkap,”Bunda”. Haha… . Salam bahagia.
Sby181125
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
