Recommended
Ketika teman pergi ke suatu tempat yang ok punya, mereka akan memberi info ke teman lain. Betapa asyik dan indahnya tempat tersebut. Fasilitas yang menarik, harga yang terjangkau dan kelebihan lainnya. Istilahnya “Recommended”. Layak menjadi pilihan, gitu.
Nah, istilah recommended yang biasa disebut direkomendasikan juga ada di bidang pekerjaan. Ada yang merekomendasikan teman atau tempat kerja. Tergantung kebutuhannya.
Namun merekomendasikan juga membawa resiko. Jika yang direkomendasikan ga sesuai harapan, bikin kecewa yang memberi rekomendasi.
Contoh yang saya alami. Seperti banyak rekan yang tahu, saya punya “ceperan” dengan memberi les privat. Sering kali, teman minta dicarikan konsumen. Bisa juga konsumen yang minta dicarikan tenaga yang mau nyeper.
Kadang hubungan kerja mereka ga berjalan mulus atau konsumen kecewa. Ini ga enaknya kalau rekomendasi teman. Kadang teman kerja suka-suka. Akibatnya, konsumen kecewa dan saya dianggap ikut andil atas kekecewaannya. Endingnya, saya ikutan kena getahnya akibat ulah teman yang saya rekomendasikan. Ga ikut rasain cuannya, ikut kena damprat konsumen. Sedangkan teman, enjoy aja.
Sekarang saya lebih selektif, ga gampang merekomendasikan teman. Saat saya mrekomendasikan teman, saya buat perjanjian dengan konsumen. Aman. Hehe… . Bagaimana Bapak Ibu? Pernah merekomendasikan seseorang dan kecewa? Salam bahagia.
Sby111125
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
