Cicik Rahayu

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Hati yang Gembira

Hati yang Gembira

Hati yang gembira adalah obat. Nampaknya kalimat tersebut benar adanya. Saya merasakannya sendiri. Beneran, pengalaman kok… .

Tiga hari yang lalu saya memiliki mobilitas tinggi. Sejak Kamis, saat ada peserta TNGP yang minta “diculik”, aktifitas fisik tiada henti. Dilanjutkan giat jelajah literasi ke Bromo. Praktis, secara fisik kurang isrirahat. Kaki ini sudah mengayun ribuan langkah tanpa sadar.

Anehnya, lutut saya yang sempat ngambeg beberapa waktu lalu, enjoy aja. Tak ada keluhan. Pada hal aktifitas jalan cukup banyak. Apa karena aktifitas padat hingga rasa nyeri terlupakan? Atau hati gembira yang bikin lutut ikutan bahagia? Entahlah. Alasan kedua kalee.

Sekolah sudah tidak ada pembelajaran kelas. Sejak Senin acaranya di lapangan. Liga, seni, karya, dilaksanakan di lapangan. Saya hanya masuk kelas saat morning devotion dan doa tutup pulang sekolah. Trus ngapain di sekolah? Duduk manis mijitin lepi. Praktis, saya banyak ndugem di ruang guru. Pulang sekolah, kaki terlihat agak bengkak. Wes, alamat… .

Hari ini saatnya nyamperin dokter ortopedi. Saya tanya kenapa kaki saya kemarin di Bromo ok saja, di rumah malah bengkak? Hepi saja. Hati gembira adalah obat. Oh, gtu? Jadi kesimpulannya saya harus banyak jalan-jalan. Biar hati hepi, penyakit pergi. Ayoo, siapa mau ikutan? Salam bahagia.

Sby041225

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post