Rencanaku
Sering kali terjadi, apa yang kita rencanakan tidak berjalan mulus alias gagal total. Ketika rencana gagal, bagaimana respon kita? Marah? Jangan dong. Nyesel? Boleh. Itu hal biasa dalam dinamika kehidupan. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari hal yang gagal. Belajar sabar, memanage hati, ikhlas, mengatur rencana baru dan banyak hal lain yang bisa bikin kita lebih ok.
Melihat postingan peserta TNGP di WAG yang sudah kumpulin naskah, hati ga pengen nganan. Akhirnya susun rencana, besok nulis naskah di sekolah. Kan besok acaranya ibadah doang. Berarti banyak waktu longgar. Seep.
Hari ini, selesai mengawal siswa ibadah di GKI, segera kembali ke sekolah. Mijitin si Lepi, ah… . Baru nulis dapat satu paragraf, dicolek seseorang, “Miss, ke klas 92, rapat sie acara perayaan natal siswa besok.” Ok lah, rapat dulu, ntar dilanjut. Rapat sie acara selesai, lihat jam. Loh, kok sudah hampir jam 2. Lanjut nulis aja. Belum juga separagraf selesai, ada info sentral untuk koordinasi natal guru karyawan. Koordinasi baru selesai menjelang pulang.
Ga jadi nulis hari ini. Rencanaku bukan rencana-Mu. Semoga besok bisa lanjutin nulis. Salam bahagia.
Sby101225
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
