Pertapaan Gedono
Selesai menginap di pertapaan Rawaseneng Temanggung, perjalanan dilanjutkan ke pertapaan Gedono Salatiga. Sama dengan yang di Rawaseneng, Gedono merupakan tempat pembelajaran bagi para suster biara.
Kondisinya sama seperti yang di Rawaseneng, jauh dari permukiman penduduk. Tenang, hening namun damai. Meski demikian setiap Sabtu dan Minggu ramai dikunjungi umat untuk beribadah di gerejanya. Setelah ibadah gereja seleai, biasanya umat berbondong-bondong membeli produk hasil karya para suster tersebut. Mulai dari hasil perkebunan, peternakan, kue, minuman segar dan makanan lainnya.
Saat kami berbagi cerita bersama, sungguh kami semua takjub. Semua biaya operasional pertapaan ditanggung oleh warga pertapaan yang terdiri dari para suster yang nortabene kaum hawa. Mereka menyerahkan diri untuk melayani Tuhan dan bekerja dalam diam. Luar biyasah.
Dalam perjalanan pulang, kami berdoa. Semoga mereka dikuatkan dalan setia dalam panggilan mereka untuk melayani Tuhan serta diberi kesehatan. Terima kasih Tuhan telah memilih mereka untuk kami.
Sby260126
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
